Sebuah Amalan

12 Mei

Pernah suatu ketika ada orang yang datang ke saya.. Curhat tentang masalah keuangan, rumah tangga, dan penyakitnya. Lalu minta doa.. Setelah kami doa bareng, beliau mengaminkan. Sebelum pulang, beliau saya bekali “amalan”.

“Pak, tolong perbanyak baca.. Istighfar, Laa ilaha illa anta, subhanaka inni kuntu minadzdzolimin, dan perbanyak shalat tahajud dan shalat taubat.”Dan tamu saya ini pun pamit setelah mengiyakan..

Ketika saya menerima tamu tadi, ada teman saya yang dari tadi mendengarkan. Lalu bertanya ingin tahu, “Memang dzikr tadi bisa menyelesaikan semua masalah bapak tadi ya mas?”

“Enggak juga..” jawab saya.

“Loh kok disuruh ngamalin?” tanyanya lagi..
Baca lebih lanjut

Balasan dari Sebuah Kebajikan

11 Mei

Ini kisah yang terjadi pada tahun 1892 di Stanford University, AS. Ada seorang mahasiswa usia 18 tahun yang berjuang untuk membayar biaya kuliahnya. Dia seorang yatim piatu & tidak tahu ke mana harus mendapatkan uang. Akhirnya dia dapat ide yang cemerlang. Bersama seorang temannya, ia memutuskan utk menggelar konser musik di kampus guna mengumpulkan uang untuk biaya pendidikan mereka.

Konser itu mereka adakan dengan mendatangkan pianis besar Ignacy J. Paderewskip. Manajer sang pianis meminta biaya sebesar $2.000 untuk konser piano. Sebuah kesepakatan pun terjadi. 2 anak muda itu pun mulai bekerja untuk membuat konser sukses.

Hari besar tiba. Paderewski akan melaksanakan konser piano di Stanford University. Tapi sayangnya, kedua mahasiswa tidak berhasil menjual tiket sesuai target. Total tiket yang terjual hanya $1,600. Keduanya kecewa, Mereka lalu pergi ke Paderewski & menjelaskan keadaannya.

Mereka memberikan seluruh uang $1,600, ditambah cek sebesar $400. Kedua mahasiswa tersebut berjanji untuk melunasi cek secepatnya.

“Tidak” kata Paderewski. “Aku tidak dapat menerima.” Dia menyobek cek, mengembalikan uang $1,600 sambil berkata kpd kedua mahasiswa, “Ini uang $1,600 kalian ambil. Gunakanlah untuk biaya kuliah kalian. Aku akan mainkan konser piano tanpa perlu kalian bayar!”
Baca lebih lanjut

Orang Badui Menghisab Allah

10 Mei

Seorang lelaki Badui telah memeluk Islam, tetapi karena keadaan ekonominya yang terbatas dan tempat tinggalnya yang jauh dari Madinah, ia belum pernah menghadap dan bertemu langsung dengan Rasulullah.

Ia hanya berbai’at memeluk Islam dan belajar tentang peribadatan dari para pemuka kabilahnya yang pernah mendapat pengajaran Rasulullah. Namun, dengan segala keterbatasannya itu, ia mampu menjadi seorang mukmin yang sebenarnya, dan sangat mencintai Rasulullah.

Suatu ketika ia mengikuti rombongan kabilahnya melaksanakan ibadah umrah ke Makkah. Sambil thawaf sendirian, terpisah dari orang-orang lainnya, si Badui ini selalu berdzikir berulang-ulang dengan asma Allah, “Ya Kariim… ya Kariim…”

Ia memang bukan orang yang pintar sehingga tidak mampu menghafal dengan tepat doa atau dzikr yang idealnya dibaca ketika thawaf, sebagaimana diajarkan Rasulullah. Karena itu ia hanya membaca berulang-ulang asma Allah yang satu itu.

Tiba-tiba ada seorang lelaki yang mengikuti berjalan di belakangnya sambil mengucap juga, “Ya Kariim, ya Kariim!!”
Baca lebih lanjut

Seberapa Kita Bisa Memberi

9 Mei

Ada seorang gadis mengontrak rumah bersebelahan dengan rumah seorang ibu miskin dengan 2 anak.

Satu malam tiba-tiba mati lampu, dengan bantuan cahaya HP dia ke dapur mau mengambil lilin, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu, ternyata anak miskin sebelah rumah.

Anak itu bertanya panik, “Kakak, kamu punya lilin?”

Gadis itu berpikir, “Jangan pinjamkan. Nanti jadi satu kebiasaan,”

Maka si gadis berteriak, “TIDAK ADA!”

Saat itulah si anak miskin berkata riang, “Saya sudah duga kakak tidak punya lilin, Ini ada 2 lilin untuk kakak. Kami khawatir karena kakak tinggal sendiri dan tidak punya lilin.”

Si gadis merasa bersalah, dalam linangan air mata, dia memeluk anak kecil itu erat-erat.

Sahabat, janganlah kita mudah BERPRASANGKA, dan BERBAGILAH. Karena kekayaan tidak tergantung berapa banyak kita PUNYA, tetapi berapa banyak KITA BISA MEMBERI.

Berukhuwwah…

8 Mei

Bila kau berteman karena kelebihan yang dimiliki temanmu. Sungguh, suatu saat kau akan kecewa dengan kekurangannya.

Bila kau berteman karena kebaikan yang dimiliki temanmu. Sungguh, suatu saat kau akan kecewa dengan keburukannya.

Bila kau berteman karena kesamaan fikiran yang kalian miliki. Sungguh, suatu saat kau akan kecewa dengan perbedaan pendapatnya.

Bila kau berteman karena temanmu menyenangkan. Sungguh, suatu saat kau akan kecewa dengan sikapnya yang menyebalkan.
Baca lebih lanjut

Rezeki Hebat

7 Mei

Tadi pagi, di antara beceknya pasar tradisional di tempat tukang ikan, aku mengantri untuk dilayani.

“Mahal amat, kurangi deh! Ikan kayak gini, udah nggak segar,” tawar ibu berambut hasil rebonding itu.

“25 ribu itu udah pas Bu, karna udah siang, kalo pagi, nggak kurang dari 30 ribu,” jawab ibu penjual ikan.

“Ahhh… 20 ribu kalo mau, udah sisa-sisa jelek begini kok,” tawar si ibu rebonding.

Mata tua penjual ikan mengerjap pelan, Mata tua yang selalu mengundang iba, menatap dagangannya. Masih bertumpuk. Hari mulai beranjak siang. Sebuah anggukan ia berikan. Menyerah pada keadaan. Hidup, tak memberinya banyak pilihan.

Dan tangan tua keriput itu mulai menyisik ikan. Ujung jari mengkerut terlalu lama terkena air. Beberapa luka di jari tertusuk tajamnya duri ikan, cukuplah sebagai bukti bahwa kehidupannya bukanlah kehidupan manis bertabur mawar melati.
Baca lebih lanjut

Pelayanan Lebih

6 Mei

Di sebuah restoran di San Francisco, ada seorang konsultan yang heran melihat keramaian restoran tersebut. Dia mencoba makan di sana pada sebuah siang yang ramai sekali.

Pelayan dengan ramah melayaninya dengan bahasa Inggris yang tidak fasih, sang konsultan memesan ‘Orange Chicken with Rice’, dan meminta minuman ‘Coke Zero’.

Pelayan berkata: ‘Maaf, kami kontrak dengan Pepsi, dan tidak menjual produk Coca Cola. Apakah dapat kami tawarkan Diet Pepsi?’

Sang konsultan menolak, dan meminta air putih saja.

Ketika dia sedang makan, tiba-tiba ada seorang berpakaian rapi membawa ‘Coke Zero’ dan es batu, dan menaruh di depan pelanggan itu dan berkata sambil tersenyum ‘Tadi anda menginginkan Coke Zero kan? ‘ Lalu berlalu.

Sang konsultan meminum dengan puas dan memanggil pelayan yang tadi melayaninya. Pelayan datang dan tersenyum melihat Coke Zero ada di sana.

Pelayan berkata: ‘Nah sudah ada minuman kesukaan Bapak kan?’

Pelanggan: ‘Tadi katanya tidak ada? Ini kok ada?’

Pelayan: ‘Benar, baru saja kami belikan di pasar swalayan seberang.’

‘Restoran lagi ramai, siapa yang membelikan?’ tanya si konsultan.

Manajer kami, dia tidak terlalu sibuk di belakang.‘ jawab si pelayan.

‘Lho, katanya kontrak dengan Pepsi?’ tanya si konsultan heran.

Ya, kalau menjual Coca-Cola tidak boleh, kalau memberi gratis kepada pelanggan, saya kira boleh.’ Jawabnya sambil tersenyum.

Semoga bermanfaat.

Mualaf di Persimpangan Syariat-Nya (Kisah Nyata)

11 Sep

Beberapa bulan yang lalu saya mendapat email dari salah seorang sahabat saya. Dia juga seorang mualaf sama seperti saya, Sharen namanya. Dulu Kami bertemu di sebuah lembaga pelatihan pramugari di Jogja.

Sharen mahasiswi Atmajaya, gadis cantik keturunan Tionghoa. Kalau mau banding-bandingkan kecantikan dengan Sharen, saya mending tutup muka. Udah pasti kalah jaaauuhhh. Sharen, si gadis Tionghoa ini bukan hanya fasih bahasa Mandarin, tapi juga fasih bahasa Inggris dan bahasa Jawa. maklum Cina Semarang.

Kami sama-sama pramugari waktu itu, bedanya Sharen lebih dahulu diterima jadi pramugari reguler Garuda Indonesia, sementara saya cukup puas di Airline swasta.
Baca lebih lanjut

5 Jawaban Terbaik Wawancara Kerja Saat Ditanya Mengapa Resign

12 Jun

Jika Anda sedang menghadapi tahapan wawancara kerja, dan anda telah mengundurkan diri dari perusahaan sebelumnya, tentunya akan ada satu pertanyaan wajib yang akan ditanyakan kepada Anda, yaitu, “Mengapa Anda meninggalkan pekerjaan yang sebelumnya?”

Satu pertanyaan yang tampaknya mudah untuk dijawab. Namun, berhati-hatilah karena jawaban Anda mungkin saja menjadi salah satu penyebab gagalnya Anda pada tahapan ini. Untuk itu, persiapkanlah dengan sebaik mungkin jawaban-jawaban terbaik dari semua kemungkinan pertanyaan yang ada.

Berikut adalah lima alasan dan jawaban terbaik mengapa Anda meninggalkan pekerjaan sebelumnya, seperti dilansir dari laman JobStreet.com.
Baca lebih lanjut

Antara Mertua dan Menantu

9 Mar

Urainab baru saja menikah. Ia tinggal bersama suami di rumah mertuanya. Sejak pertama kali tinggal di rumah mertuanya, Urainab sudah merasa tidak cocok dengan ibu mertua.

Urainab merasa mertuanya sangat keras dan cerewet. Urainab sering dikritik ibu mertua karena perbedaan sikap dan prinsip mereka dalam semua perkara.

Pertengkaran sering terjadi. Urainab dan ibu mertua selalu berselisih. Yazid, suami Urainab merasa sedih melihat hal itu. Namun, dia tidak mampu menyelesaikan persoalan antara istri dan ibunya.

Jika dia membela ibunya, bagaimana dengan istrinya. Jika dia membela istrinya, tentu akan membuat ibunya sakit hati.

Baca lebih lanjut