Sifat Perempuan yang Bikin Pria Sembunyikan Perasaannya

11 Feb

Seringkali perempuan bingung menebak isi hati dan juga perasaan pria. Ya, pria memang cenderung lebih suka menyimpan perasaan dan emosi (rasa sedih, marah, ingin menangis, bahagia dan kecewa) untuk dirinya sendiri.

Misalnya, saat mendapat berita duka kebanyakan pria justru menahan air mata, mengungkap kesedihannya dengan sebuah senyuman pahit, atau justru dengan wajah datar. Sedih? pasti, tapi semua disembunyikannya.

Seolah-olah ini dilakukan untuk membuktikan bahwa mereka adalah sosok yang tegar, cool, mandiri, dan juga kuat di mata perempuan. Namun di satu sisi, hal ini juga tak ayal membuat mereka terlihat sedikit arogan dan tak punya perasaan. Benarkah demikian? Apa sih alasannya pria tidak ingin berbagi isi hatinya serta mengekspresikan emosinya pada Anda?

Pernahkah Anda mengetahui bahwa bisa jadi mereka bersikap demikian karena Anda sendiri. Kebanyakan pria memang tak bisa bebas mengekspresikan emosi mereka kepada pasangannya karena ketika mereka melakukannya ini bisa digunakan untuk melawan mereka kembali. Bagi pria, seringkali curahan hati terdalam kepada perempuan justru menjadi “senjata makan tuan. ”

Coba ingat-ingat kembali, ketika suatu saat si dia mulai mencoba untuk jujur dan mengekspresikan emosinya, apa yang Anda lakukan? Saat itu sih mungkin Anda hanya berusaha mengerti perasaannya. Namun tanpa sadar, Anda menyimpan “sisi lemahnya” dalam otak.

Dan ketika merasa merasa tersakiti atau saat ia menolak permintaan Anda, ingatan tentang sisi lemah ini akan kembali muncul dan digunakan sebagai senjata utama untuk mendapatkan keinginan Anda atau untuk menyakitinya saat sedang bertengkar. Hal ini tentu saja akan melukainya. Akibatnya, mereka merasa tidak bisa percaya siapapun untuk membagi perasaannya dan lebih memilih memendamnya sebagai proteksi diri agar tak lebih terluka.

Kebiasaan para wanita untuk mengungkit-ungkit curahaan hati pria jadi alasan mereka untuk tidak lagi membuka isi hatinya.

Seharusnya, sama seperti seorang sahabat yang mempercayakan rahasianya kepada Anda, Anda harus tetap menjaga kepercayaannya dan tak mengungkit-ungkit masa lalunya. Ingatlah bahwa setiap orang memiliki kelemahannya masing-masing, termasuk Anda dan dia. Tentu Anda juga tak mau kan kalau kejadian seperti ini menimpa Anda?

Sumber: Christina Andhika Setyanti (female.kompas.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: