Deteksi Dini Diabetes Untuk Hindarkan Komplikasi

18 Nov

Jumlah pengidap Diabetes di Indonesia menurut data WHO pada tahun 2009 mencapai 8 juta jiwa dan diprediksi akan meningkat menjadi lebih dari 21 juta jiwa pada tahun 2025. Itu yang membuat Indonesia menempati peringkat empat negara dengan jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia.

Diabetes adalah penyakit gangguan metabolisme yang memengaruhi kadar gula darah atau glukosa seseorang. Diabetes berkaitan erat dengan gaya hidup seseorang. Misalnya, jarang berolahraga dan kerap mengonsumsi makanan yang tidak sehat.

Diabetes biasanya terdeteksi saat seseorang melakukan medical check-up atau ditemukan dari diagnosis kasus lain. Seseorang yang sudah terdiagnosis menderita diabetes melitus namun tidak menindaklanjuti dengan pemeriksaan berkala akan membuat diabetes berkembang menjadi komplikasi yang lebih buruk.

Padahal, diabetes melitus adalah penyakit menahun yang akan diderita seumur hidup sebab tidak bisa disembuhkan. Akan tetapi, diabetes yang didiagnosis sejak awal sebenarnya dapat dikendalikan. Alhasil, penderita diabetes tersebut bisa mempertahankan kualitas hidupnya.

Ironisnya, hanya sekitar 50 persen penderita diabetes yang terdiagnosis dan menyadari bahwa mereka menyandang diabetes melitus. Lantas, siapa saja yang harus melakukan pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi dini risiko diabetes melitus?

Berikut ini beberapa tanda di mana Anda dikategorikan membutuhkan pemeriksaan diabetes:

  1. Mengalami keluhan klasik diabetes yakni sering kencing (poliuria), sering haus (polidipsia) dan sering lapar (polifagia).
  2. Memiliki satu atau lebih dari faktor risiko diabetes melitus, yakni:
  • Riwayat diabetes melitus dalam keluarga.
  • Usia di atas 45 tahun.
  • Kelebihan berat badan/overweight (indeks massa tubuh ≥ 23 kg/mm2).
  • Hipertensi (≥ 140/90 mmHg).
  • Dislipidemia (HDL < 35 mg/dL dan atau trigliserida > 250 mg/dL).
  • Gaya hidup sedentary seperti kurang beraktivitas fisik dan diet tidak sehat (tinggi gula serta rendah serat).
  • Riwayat melahirkan bayi dengan berat badan bayi lebih dari 4 kg atau riwayat menderita diabetes gestasional.
  • Riwayat lahir dengan berat badan kurang dari 2,5 kg.
  • Polycystic Ovary Syndrome (PCOS).

Nah, bila hasil pemeriksaan menunjukkan Anda terdiagnosis diabetes melitus, apa yang harus Anda lakukan?

Penderita diabetes sebaiknya mematuhi 4 pilar pengelolaan diabetes melitus yaitu:

  1. Edukasi dan pemahaman diabetes melitus.
  2. Mengatur pola makan.
  3. Olahraga teratur.
  4. Pengobatan dan pemantauan hasil terapi melalui pemeriksaan laboratorium.

Empat pilar tersebut diharapkan bisa menjauhkan Anda dari komplikasi diabetes melitus, seperti penyakit jantung, stroke,penyakit ginjal, dan kerusakan saraf. Alhasil, kualitas hidup pun dapat dipertahankan. Pemantauan hasil terapi melalui pemeriksaan laboratorium pun dianjurkan dilakukan sebanyak 1 – 2 kali setahun sesuai petunjuk dokter atau kondisi penderita diabetes.

Sumber: meetdoctor (yahoo.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: