Kapan Waktu Terbaik Untuk Memulai Usaha?

4 Mar

mulai-bisnisBagi banyak orang yang ingin menjadi pengusaha atau memulai suatu usaha, pertanyaan yang paling sering ditanyakan adalah, “Kapan waktu terbaik untuk mulai berusaha?” Jawabannya: SEKARANG!

Faktanya, tidak pernah ada umur yang terlalu muda atau terlalu tua untuk mulai berusaha. Rasulullah sudah mulai bekerja sejak umur 12 tahun sebagai seorang pengembala domba. Inilah pekerjaan pertama Rasulullah sebagai karyawan yang membentuk karakternya. Pada umur 15 tahun beliau baru menjadi pengusaha saat ikut pamannya untuk berdagang ke Syams. Dengan segala keterbatasannya, Rasulullah akhirnya menjadi salah seorang pengusaha yang dikagumi dan namanya tersohor se-jazirah Arab.

Jadi kalau Anda mengeluh karena terlahir dari keluarga miskin, maka bandingkan dengan Rasulullah yang terlahir sebagai anak yatim tanpa ayah. Jika Anda mengeluh tidak bisa menjadi pengusaha karena berpendidikan rendah, bandingkan dengan Rasulullah yang tidak pernah sekolah. Dan jika Anda mengeluh modal sebagai hambatan berwirausaha, maka bandingkan dengan Rasulullah yang tidak punya modal apapun selain dari mengembala domba.

Dengan begitu, tidak ada satu alasan pun yang bisa membenarkan Anda untuk menyerah dari medan pertempuran.

Contoh lainnya, Colonel Sanders memulai usaha ayam goreng saat dia pensiun sebagai tentara di umur 60 tahun. Banyak orang yang menertawakannya saat itu. Namun dia tetap yakin dengan apa yang dilakukannya, dan akhirnya terbukti, Kentucky Fried Chicken menjadi salah satu restoran terfavorit orang-orang di berbagai belahan dunia. Anda bisa melihat bahwa semua orang berhak meraih sukses, muda ataupun tua.

Dalam suatu kesempatan makan siang bersama legenda pengusaha Indonesia, Bob Sadino, beliau menjelaskan perbedaan orang goblok dan orang pintar dalam berbisnis, “Assad, orang goblok itu gak banyak mikir kalau mau usaha makanya dia bilang risiko bisnis itu kecil, sehinggga langsung melakukannya. Sementara orang pintar itu banyak mikir makanya dia bilang risikonya besar, sehingga dia berusaha menghindar dari risiko tersebut, dan ujung-ujungnya tidak ada yang dikerjakan.”

Om Bob melanjutkan, “Gimana, enakan jadi orang goblok kan?” Hehehe..

Terlalu lama berpikir terkadang malah tidak membawa Anda kemanapun alias hanya diam di tempat. Perencanaan memang penting, namun jangan sampai itu melemahkan semangat dan nyali Anda untuk melangkah saat melihat risiko yang akan menghadang di depan. Ingat, semakin besar risiko yang akan dihadapi, maka semakin besar juga kemungkinan rezeki yang didapat.

Tentu, risiko juga harus dikalkulasikan dengan baik. Jangan sampai Anda hanya percaya kepada nasib baik dan tidak melakukan perhitungan di awal. Ada dua tipe risiko, yaitu risiko tidak terukur (wild risk) dan risiko yang terukur (calculated risk). Seorang pengusaha harus selalu melakukan perhitungan terhadap risiko yang ke-2, yaitu risiko yang terukur. Jika risiko sudah diukur dan dikalkulasikan dengan baik, maka Anda harus berani untuk melakukan action.

Untuk menghindari risiko, para calon pengusaha biasanya memulai usaha saat kondisi ekonomi di negara tersebut sedang berjalan baik. Ya wajar saja karena biasanya saat ekonomi sedang baik, maka penghasilan masyarakat pun dalam kondisi yang baik sehingga banyak orang kaya yang ingin memutar uangnya agar menghasilkan keuntungan. Itu adalah peluang baik yang harus bisa ditangkap oleh pengusaha untuk segera bergerak.

Namun yang lebih cerdas adalah memulai bisnis di saat kondisi ekonomi negara sedang sulit atau tidak menentu. Lho kok bisa? Karena pada saat itu Anda akan mendapatkan pelajaran tersulit dalam memulai usaha dan di balik kesulitan tersebut akan datang berbagai macam peluang yang tidak akan didapatkan pada saat kondisi ekonomi sedang baik.

Ibaratnya Anda sedang mengerjakan pekerjaan rumah dan membereskan satu persatu masalah yang ada. Sehingga ketika kondisi ekonomi membaik, bisnis Anda menjadi yang paling siap dibanding yang lainnya.

Jadi, jangan pernah menunda untuk melangkah. Jangan terlalu lama menunggu untuk memulai usaha karena takut dengan kegagalan. Jika Anda selalu menunda mengerjakan sesuatu, jangan harap Anda akan meraih kesuksesan. Karena sukses tidak hanya ditunggu, tapi harus diusahakan dengan kerja keras dan semangat.

Sumber http://bisniskeuangan.kompas.com/…/Kapan.Waktu.Terbaik.Memu…

2 Tanggapan to “Kapan Waktu Terbaik Untuk Memulai Usaha?”

  1. sulismiami Juli 2, 2015 pada 10:49 #

    Lebih baik usaha sendiri daripada 34 tahun kerja 4 tahun lagi nunggu pensiuiun malah dimutasi jadi cleaning service di padamg golf halim jakarta. Kolonel sannder saja sukses mulai usaha 60 tahun .insyaAllah saya bisa juga

  2. sulismiami Juli 2, 2015 pada 10:49 #

    PelajarN dari kasus sy adalah bahwa kesabaran itu diuji saat hak hak kita diambil orang. Yaitu rekan2 serta nos yang menzholimi saya.
    Tapi saya maafkan mereka yang mengambil hak hak saya. Memilih resign dan memuai usaha sendiri. Krn dengan kesabaran Allah akan memuliakan kehidupan saya suami dan anak anak saya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: