APA BEDANYA DIA DAN AKU?

12 Apr

Dua orang pegawai dapat “kerjaan sama” dari Bos, Siapa sangka yang satu naik pangkat, namun yang satu lagi tidak. Bagaimana bisa?

Yuni adalah seorang muda yang cantik, dia sudah bekerja di perusahaan ini selama 3 tahun, tapi orang-orang baru yang belum bekerja lama saja sudah naik pangkat, sedangkan dia sama sekali tidak, tentunya dia merasa sangat kecewa.

Sampai suatu hari, dia akhirnya memberanikan diri bertanya pada bosnya, “Pak, apa saya pernah terlambat, pulang duluan atau mengacaukan kantor?”

Bosnya langsung menjawab, “Tidak pernah.”

“Kalau gitu, apa perusahaan ini pilih kasih?” Lanjut Yuni.

Bosnya berhenti sebentar, kemudian menjawab, “Tentu tidak.”

“Kalau gitu, kenapa pegawai yang baru masuk kok bisa dipromosikan, sedangkan saya tetap di posisi yang sama?”

Bosnya diam sejenak, kemudian tersenyum sambil berkata, “Masalah kamu ini nanti kita bicarakan, aku ada hal yang lebih penting sekarang, atau kamu mau bantu?”

“Ada klien yang mau datang ke sini, coba kamu tanya dia kapan datangnya.” Lanjut bosnya.

“Ini benar-benar pekerjaan penting ya..” Sebelum keluar, Yuni menambahkan

Satu jam kemudian, ia kembali ke ruangan bosnya.

“Udah dikontak?” tanya bos

“Udah, katanya mungkin minggu depan akan datang.” Jawab Yuni

“Pastinya hari apa?” Tanya bosnya lagi

“Ini saya gak tanya jelas..”

“Mereka berapa orang yang datang?”

“Ah! Bapak gak minta saya tanya tadi..”

“Kalau gitu mereka datang naik apa? Kereta atau pesawat?”

“Ini juga bapak gak minta saya tanya..”

Bosnya tidak lagi berkata apa-apa, kemudian dia mengangkat telepon dan memanggil Jesy, yang baru masuk ke kantor selama 1 tahun, tapi dia sudah menjabat sebagai supervisor.

Jesy mendapatkan tugas yang sama persis. Hanya perlu beberapa menit saja, dia sudah kembali ke ruangan bosnya.

“Jadi begini pak” Jelas Jesy.. “Mereka akan datang hari jumat depan, naik pesawat jam 3 sore, kemungkinan jam 6 akan tiba, total 5 orang, akan dipimpin oleh manajer pemasaran, saya sudah menjelaskan pada mereka, kami akan meminta orang untuk menjemput mereka.”

“Selain itu, mereka berencana untuk datang selama 2 hari, mengenai shecdule mereka, nanti akan dibicarakan lagi bersama bapak. Untuk memudahkan, saya menyarankan untuk memesankan hotel di dekat kantor ini pak, kalau bapak setuju, saya akan memesan kamarnya.”

“Oh ya, minggu depan mungkin akan hujan, saya akan mengontak kembali klien tersebut, kalau sampai ada perubahan cuaca, saya akan langsung mengabari mereka.”

Yuni berdiri di samping dan mukanya memerah, dia tidak bisa berkata apa-apa lagi.

Malam itu, Yuni mendapatkan sebuah email dari bosnya yang berisi demikian..

“Yun, tidak peduli kamu bekerja di mana pun, kamu harus ingat hal ini!

Pertama, perusahaan tidak akan butuh orang santai, tim kerja tidak mau pemalas.

Kedua, waktu kamu bekerja, kamu jangan hanya memikirkan uang, kamu harus belajar agar dirimu itu memang senilai dengan uangnya.

Ketiga, tidak ada perusahaan yang membuatmu mudah mendapatkan uang.

Keempat, tidak ada pekerjaan yang selalu lancar, kamu harus bisa bersabar.

Kelima, kalau kamu tidak menghasilkan uang, hasilkanlah pengetahuan; kalau tidak menghasilkan pengetahuan, hasilkanlah pengalaman; kalau tidak menghasilkan pengalaman, hasilkanlah pengertian. Kalau kamu sudah menghasilkan semua itu, tidak mungkin kamu tidak menghasilkan uang.

Keenam, asalkan mengubah dahulu perilaku diri sendiri, baru bisa mengubah nasibmu. Asal kamu mengubah dahulu cara kamu bekerja, kamu baru bisa mendapatkan posisi yang tinggi.

Ketujuh, seringkali orang terburu-buru hanya karena usia yang menurut mereka seharusnya sudah bisa mendapatkan lebih, memikirkan banyak hal, tapi melakukan hanya sedikit.”

Saat itulah Yuni tersadar, tidak ada orang yang begitu lahir langsung bisa melakukan banyak hal besar, mulai dari hal mudah dan biasa.

Apa yang kamu bangun dari dirimu sendiri, itu yang bisa memutuskan masa depanmu.

Pegawai yang baik bukanlah mereka yang dengan manis menunggu pekerjaan datang, tapi mereka yang secara aktif mengerti apa yang harus mereka lakukan dan bertanggung jawab menyelesaikannya.

IF YOU WANT TO SUCCEED YOU CAN NOT BE AN ORDINARY MAN/WOMAN, BUT MUST BE AN EXTRAORDINARY MAN/WOMAN

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: