Arti Sebuah Pelayanan Pelanggan

23 Jul

Suatu ketika, pimpinan Mercedes Benz, sebut saja Mr.Benz menelpon seorang tukang ledeng yang direkomendasikan temannya untuk memperbaiki kran air yang bocor di rumah. Temannya bilang tukang ledeng yang satu ini bisa diandalkan.

Ketika dihubungi ternyata sang tukang ledeng sedang banyak pekerjaan dan baru bisa datang 2 hari lagi. Akhirnya Mr Benz setuju untuk menunggu 2 hari.

Keesokan harinya, sang tukang ledeng menghubungi Bos Mercy tersebut sekedar menyampaikan terima kasih karena sudah bersedia menunggu 1 hari lagi. sang Bos pun terkesan atas pelayanan dan cara berbicara sang tukang ledeng tsb.

Pada hari yang disepakati, sang tukang ledeng datang ke rumah tsb utk memperbaiki kran yang bocor.

Setelah diutak-atik sana dan sini, kran pun selesai diperbaiki dan sang tukang ledeng pulang setelah menerima pembayaran atas jasanya.

Sekitar 2 minggu setelsh itu, sang tukang ledeng menghubungi lagi Mr Benz sekedar menanyakan apakah kran yang diperbaiki sudah benar-benar beres atau masih timbul masalah?

Mr Benz berpikir orang ini luar biasa. Walaupun cuma tukang ledeng, tetapi begitu memperhatikan kepuasan pelanggan.

Beberapa bulann kemudian Mr. Benz merekrut sang tukang ledeng untuk bekerja di perusahaannya, Tentu sang tukang ledeng kaget, apalagi sebelumnya ia tidak tahu orang yang dibantunya adalah pimpinan sebuah perusahaan otomotif besar di dunia.

Pertanyaanya, kira-kira pekerjaan apa untuknya sekarang?
Apakah tukang tersebut akan diangkat menjadi pengawas saluran air dan perledengan di pabrik Mercedez? Apakah keahlian di bidang pipa yang membuatnya direkrut?

TIDAK!

Bukan keahliannya sebagai tukang pipa yang membuatnya mendapat posisi baru, tapi dedikasinya yg ingin selalu membuat pelanggan puaslah yang membuatnya menjadi pegawai terhormat.

Tukang ledeng ini bernama Christopher L. Jr. Ia direkrut untuk mengurusi customer Mercedes Benz dengan tujuan utama agar pemilik mobil Mercedez puas atas pelayanan perusahaan otomotif tsb.

Dengan pekerjaan barunya, sang tukang pipa kini harus mengembangkan bakatnya di bidang kepuasan pelanggan, sebuah bidang yang sebelumnya sama sekali tak terpikirkan sebagai pekerjaaannya.

Sang tukang pipa tidak menyangka bahwa keramahannya melayani pelanggan, keinginannya memuaskan pelanggan, ternyata merupakan keahlian yang sangat berharga dan langka.

Karena keahlian itu bukan hanya menyangkut ilmu, tapi hati manusia.

Tak terpikir olehnya, sebuah sikap yang dianggap sekedar nilai tambah (value) pekerjaaan, ternyata mempunyai nilai besar.

Kariernya melesat hingga ia menjabat sebagai General Manager di Customer-Satisfaction and Public Relations di Mercedez Benz!

Suatu lompatan yang tinggi bagi seorang tukang pipa…

Seriuslah terhadap setiap pelayanan & pekerjaan,
lakukan dengan sepenuh hati & hati-hati, dan lakukan dengan mutu & dedikasi yang tinggi.

Kita tidak tahu, rezeki besar itu ada di mana. Maksimalkan saja potensi yang mungkin diremehkan kebanyakan orang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: