Rahasia Kesuksesan Seorang Petani di Jepang

28 Jul

Di satu desa di Osaka, Jepang, terdapat seorang petani yang menanam jagung-jagung GCg unggulan & seringkali memenangkan penghargaan tingkat nasional dengan kategori Jagung Terbaik Sepanjang Musim.

Suatu hari, seorang wartawan dari koran lokal melakukan wawancara untuk menggali rahasia kesuksesan petani tersebut. Wartawan itu menemukan bahwa ternyata petani itu selalu membagikan benih jagungnya kepada para tetangganya.

“Bagaimana Anda bisa berbagi benih jagung dengan tetangga Anda, lalu bersaing dengannya dalam kompetisi yang sama setiap tahunnya?” tanya wartawan, dengan penuh rasa heran & takjub.

“Tidakkah Anda mengetahui bahwa angin menerbangkan serbuk sari dari jagung yang akan berbuah & membawanya dari satu ladang ke ladang yang lain. Jika tetangga saya menanam jagung yang jelek, maka kualitas jagung saya akan menurun ketika terjadi serbuk silang. Jika saya ingin menghasilkan jagung kualitas unggul, maka saya harus membantu tetangga saya untuk menanam jagung yang bagus jawab si Petani itu.”

Petani ini sangat menyadari hukum “saling ketertarikan” (Law Of Attraction) dalam kehidupan. Dia tidak dapat meningkatkan kualitas jagungnya, jika dia tidak membantu tetangganya untuk melakukan hal yang sama.

Itulah sebabnya sang petani memberi benih kualitas terbaik kepada para tetangganya, bukan malah memberi benih buruk dan cacat untuk mempermainkan dan mengakali para tetangganya.

Dalam kehidupan ini, jika kita ingin menikmati kebaikan, kita harus memulai dengan menabur kebaikan kepada orang-orang di sekitar kita. Jika kita ingin bahagia, maka kita harus menabur kebahagiaan untuk orang lain. Jika kita ingin hidup dengan kemakmuran, maka kita harus berupaya pula untuk meningkatkan taraf hidup orang-orang di sekitar kita.

Sebaliknya, jika kita menebar keburukan dan kejelekan kepada orang-orang di sekitar kita. Maka percayalah, keburukan dan kejelekan itu niscaya akan menyelimuti hidup kita.

Kita tidak akan mungkin menjadi pribadi yang sukses, jika kita tidak berhasil menabur dan menebar kebaikan pada orang-orang di sekitar kita. Kualitas kita ditentukan oleh orang-orang di sekitar kita.

Orang yang cerdas itu sejatinya adalah orang yang mencerdaskan orang lain. Begitu pula orang yang baik adalah orang yang mau berbuat baik untuk orang lain.

Menjadi orang penting itu baik, tapi menjadi orang baik itu lebih penting. Tidak menonjolkan diri seakan diri kita lah yang paling hebat dan berhasil. Padahal banyak orang seperti kita.

Semoga kita dapat terus berupaya untuk:

– Berhati Bersih dan Mulia tanpa mempermainkan orang lain dan menggunakan Akal Licik, demi popularitas,-
Oleh karena itu maka:
– Berpikiran Jernih,
– Berkata Baik,
– Berperilaku Positif,
– Memberi yang Terbaik.
– Tidak Angkuh dan
– Tidak sombong

Semoga bermanfaat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: