Exponential Leader

19 Mei

Anda tahu siapa yang menemukan kamera digital? Namanya Steven Sasson, salah satu karyawan Kodak, perusahaan fotografi global saat itu.

Ketika, Sasson mempresentasikan temuannya, para petinggi Kodak berkata “Teknologi cetak telah hidup bersama kami selama lebih dari 100 tahun, tak ada siapa pun yang mengeluh tentang cetak. Selain itu, cetak juga murah.”

Temuan Sasson tidak mendapat tempat bahkan cenderung dilecehkan oleh para pemimpin Kodak.

Beberapa tahun kemudian, tepatnya tahun 2012, Kodak dinyatakan bangkrut. Dunia fotografi film yang dibanggakan Kodak akhirnya mati, digantikan fotografi digital yang kemudian dikuasai Nikon dan Canon.

Ironisnya, Kodaklah yang menemukan kamera digital tetapi ia bangkrut karena perkembangan kamera digital. Sang penemu dikubur oleh hasil temuannya sendiri. 

Mengapa Kodak bangkrut? Salah satu sebabnya karena kesombongan para pemimpinnya. Mereka terlalu bangga dengan pencapaiannya. Mereka enggan melakukan perubahan.

Mereka kurang mengapresiasi temuan anggota timnya. Mereka kurang menyadari bahwa perubahan yang terjadi semakin cepat, bahkan cenderung eksponensial. 

Di era yang berubah begitu cepat dan terkadang tak terduga disertai VUCA (volatility, uncertainty, complexity dan ambiguity) diperlukan pemimpin model baru. Kami menyebutnya EXPONENTIAL LEADER.

Seorang pemimpin yang mampu membawa tim yang dipimpinnya melakukan lompatan perubahan di pekerjaannya. Tanpa lompatan, bersiaplah perusahaan atau tim yang Anda pimpin hanya akan menjadi kenangan yang menyedihkan, terkubur, terlindas zaman.

Jangan bayangkan bahwa lompatan pastilah sesuatu yang besar, tidak harus. Ia bisa berupa sesuatu yang sederhana tetapi berdampak besar.

Contohnya, saya pernah berdiskusi dengan seorang pemimpin dari salah satu perusahaan otomotif. Lelaki itu berkata “Mas, tim saya sudah saya iming-imingi bonus dan komisi besar bila mencapai target, tetapi kenapa prestasinya stagnan?”

Setelah kami berdiskusi, sang pemimpin memutuskan mengubah cara memotivasinya, bukan dengan iming-iming bonus dan komisi, tetapi lebih menekankan value dari mobil yang dijual.

Ia sampaikan kepada anggota tim yang sebagian besar generasi milineal bahwa mobil yang dijual ramah lingkungan, menyelamatkan bumi dan sejenisnya. Ia pun menyediakan waktu dan energi secara total bagi anggota timnya.

Dan Anda tahu dampaknya? Penjualan mobil oleh tim tersebut mengalami lompatan hampir tiga kali lipat dalam kurun waktu empat bulan. Padahal di saat yang sama, tren penjualan otomotif oleh tim lain sedang menurun.

Pemimpin model ini, bisa dikatakan sebagai EXPONENTIAL LEADER karena ia melakukan lompatan disertai mendapat dukungan penuh dari anggota timnya.

Setiap era memerlukan jenis pemimpin atau model yang berbeda, dan era sekarang memerlukan pemimpin model EXPONENTIAL LEADER bukan model kepemimpinan yang lain.

By Jamil Azzaini

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: