Archive | Bisnis RSS feed for this section

10 Pertanyaan yang Sering Diajukan Saat Wawancara Kerja

11 Apr

Wawancara KerjaSebelum berangkat untuk wawancara kerja di satu perusahaan, sangat penting bagi Anda untuk membuat daftar pertanyaan yang kemungkinan akan ditanyakan pewawancara, dan mempersiapkan jawabannya.

Mempersiapkan jawaban yang baik akan membantu Anda untuk tidak panik, menjawab dengan baik, dan meningkatkan kepercayaan diri Anda.

Berikut ini ada 10 pertanyaan wawancara yang paling sering ditanyakan untuk mencari kelemahan pencari kerja. Sepuluh pertanyaan ini sangat tepat untuk Anda gunakan untuk berlatih wawancara kerja. Sepuluh pertanyaan tersebut adalah:
Baca lebih lanjut

10 Tanda Anda Sebaiknya Pindah Kerja

21 Jan

Rata-rata jam kerja pegawai kantoran adalah 8 hingga 9 jam perhari. Itu artinya, setiap hari Anda menghabiskan sepertiga hidup Anda di kantor. Sia-sia sekali rasanya jika waktu sebanyak itu diisi atau dihabiskan dengan mengeluh dan berbagai hal lain yang membuat Anda tak bahagia. Mungkin sudah saatnya Anda mengundurkan diri dan pindah kerja ke perusahaan lain, atau memiliki usaha sendiri?

Jika Anda mengalami 10 hal berikut ini, tandanya Anda sebaiknya atau memang harus segera mengucapkan selamat tinggal pada rekan dan tempat kerja anda.
Baca lebih lanjut

10 Kesalahan yang Harus Dihindari Dalam Mengirim E-mail Bisnis

27 Mei

10 Kesalahan yang Harus Dihindari Dalam Mengirim Email BisnisSejalan dengan perjalanan waktu dan kembangannya teknologi,  surat-menyurat bisnis lewat internet sudah jadi hal yang umum. Namun di balik itu, tetap ada etika tidak tertulis terkait kepantasan surat menyurat tersebut.

Berikut 10 kesalahan yang harus Anda hindari saat menulis surat bisnis lewat e-mail:

1. Huruf Besar Semua
Pernahkah Anda menerima surat dengan tulisan huruf besar semua? Meski isi surat biasa saja, tapi kesan yang ditimbulkan oleh penggunaan huruf besar ini sangat khas. Seakan-akan Anda, si pengirim, ‘berteriak’ pada si penerima. Penggunaan ini sangat dianjurkan tidak dilakukan.

2. Huruf yang ‘Lucu’
Penggunaan surat bisnis selayaknya formil. Ada beberapa font atau huruf yang justru sebaliknya. Menimbulkan kesan santai atau kekanak-kanakkan. Penggunaan huruf seperti Comic Sans seharusnya dihindari. Surat bisnis formil mengacu pada huruf Times New Roman, Helvetica atau sejenisnya.

3. Salah Ketik Nama
Ini sangat fatal! Salah ketik nama akan membuat si penerima surat merasa ‘terhina’. Kalau Anda kesulitan mengetik atau kerap salah, lebih baik langsung copy paste nama yang bersangkutan.

4. Menggunakan Emoticons
Tanpa kita sadari, dengan perkembangan chatting, Emoticons di Messenger sudah menjadi hal yang ‘biasa’. Namun menggunakan Emoticons jangan dilakukan di surat resmi. Bayangkan bila ada tanda ‘smiley’ di surat bisnis yang Anda kirim atau Anda terima. Rasanya sih aneh.

5. Bahasa Informal
Surat bisnis juga haram menggunakan bahasa informal. Apalagi bahasa slang yang sekarang lazim dikirim via SMS atau chatting. Anda tidak akan nyaman saat menerima surat seperti ini bukan,

“Halluww! Apa kabar? Si Anu kemaren cerita ke gue, katanya elo punya produk yang khueren abieezz yak? Bisa dungs dishare ke kita-kita di sini. Ditungguh ya sharenya, muaachh.”

6) Bertele-tele
Membuat surat elektronik bisnis jangan bertele-tele. Langsung pada inti masalah. Umumnya, inti kalimat bisa dijelaskan dalam tiga kalimat. Sebuah penelitian di Jerman menemukan, surat bisnis lewat email intinya relatif sama dengan tiga kali mengirim SMS.

7. Subjek Surat Langsung Tegas
Subjek email bisnis harus langsung menggambarkan isi surat. Bukan lagi kalimat percakapan normal seperti ‘Hai’.

8. Merongrong
Biasanya orang tak sabar menanti jawaban atas e-mail mereka. Dalam etika bisnis, mengirim email menanyakan perkembangan sebaiknya dilakukan dalam hitungan puluhan jam. Misalnya, setelah 24 jam, Anda bisa menanyakan bagaimana perkembangan email yang Anda kirim. Jangan langsung baru tiga jam Anda sudah memborbardir menanyakan perkembangan, kecuali memang hal yang mendesak, atau Anda bisa menelepon yang bersangkutan, tidak harus menunggunya.

9. Clip art
Memasang Clip Art dalam surat bisnis resmi sudah pasti dilarang. Tanpa pengecualian.

10. Berkorespondensi via Jejaring Sosial
Etika bisnis mengatur jangan pernah menghubungi kontak Anda via laman jejaring sosial. Gunakanlah saluran yang resmi, yaitu Email. Facebook, Twitter, diciptakan untuk kepentingan pribadi, meski belakangan merambah ke dunia bisnis.

Mengirim surat bisnis via Facebook terkesan meremehkan kontak Anda. Kecuali dalam situasi tertentu, Anda bisa mengirim pesan ke dalam kotak surat di Facebook atau Twitter bersangkutan. Inipun hanya sementara, setelah mendapat tanggapan, Anda sebaiknya mengirim surat dengan email lagi.

Ditulis oleh Stevy Maradona (CNN)

Sumber: Republika.co.id

4 Hal yang Harus Diketahui Sebelum Menjadikan Hobi Sebagai Bisnis

20 Nov

Hello Temans!

Kali ini kami mau berbagi informasi mengenai hal-hal apa saja yang perlu Anda ketahui sebelum terjun ke dunia bisnis yang berasal dari hobi. Mudah-mudahan informasi ini bermanfaat untuk Anda. Memang sih, KELEBIHAN dari membuka bisnis yang berasal dari hobi, kita tahu betul bahwa kita akan menikmatinya. Kita juga akan merasa lebih ‘fun’ dalam mengerjakannya. Jauuhhh.. dari rasa bosen!
Tapi apa benar begitu? Sebelum memutuskan untuk membuat hobi Anda menjadi bisnis, coba ajukan pertanyaan-pertanyaan berikut ini ke diri sendiri terlebih dulu.

1. Apakah Anda bersedia melakukan sesuatu yang berulang-ulang terus?
Diharuskan mengerjakan sesuatu secara berulang-ulang dengan baik tentu sangat berbeda dengan mengerjakan aktivitas rekreasi (hobi) tanpa tekanan dan tanpa target bisnis. Tentu saja jika ingin mengubah hobi menjadi bisnis, Anda harus siap dengan konsekuensi ini.

2. Apakah hobi Anda cukup berharga untuk dijadikan bisnis?
Jangan hanya memikirkan kesenangan Anda semata. Lakukan riset pasar (market research) sebelum membuat hobi Anda menjadi bisnis. Jika ternyata prospeknya kurang menguntungkan, sebaiknya jangan dipaksakan.

3. Apakah hobi Anda bisa tetap memotivasi Anda dalam menjalankan bisnis hingga 15-20 tahun mendatang?
Tantangan nyata dalam menjalani bisnis yang berasal dari hobi adalah bagaimana membuat hobi tersebut tetap menantang, menarik dan berarti sebagai bisnis dalam 15-20 tahun mendatang. Untuk itu, buat daftar mengenai hal-hal yang paling menarik dan menantang bagi Anda. Lalu tetapkan satu atau dua ide paling potensial yang bisa memotivasi Anda dalam menjalankan bisnis.

4. Apakah Anda tetap akan menikmatinya walau…Jika kelak Anda diharuskan menghasilkan 10 ribu karya atau melakukan hobi Anda ratusan kali setiap tahun, apakah Anda akan tetap menikmati hobi Anda?
Intinya, memang tidak ada yang salah dengan membuat hobi menjadi bisnis. Hanya saja matangkan konsep, lakukan market research dan buat rencana bisnis (business plan) sebelum menjalankannya.Hal penting lainnya adalah memiliki pengetahuan bagaimana memasarkan bisnis Anda, baik secara offline maupun online. Karena tanpa marketing yang tepat, tidak ada orang yang akan membeli produk Anda. Carilah tempat terbaik untuk mempelajarinya, misalnya Asian Brain, bagi Anda yang ingin mendapatkan pengetahuan mengenai internet marketing, sekolah fotografi, atau komunitas hobi yang bisa memperluas wawasan pengetahuan dan bisnis Anda.

Mau mencoba?