Archive | Renungan RSS feed for this section

Penawar Sadis

15 Jan

please do not bargainSebagai istri, saya tentu ingin disayang suami. Belajar masak, rajin bersih-bersih rumah, berlaku lembut penuh cinta kepada suami, dan berusaha hemat dalam penggunaan uang belanja biar disebut istri cerdas & yang tersayang.

Setiap kali belanja kemana pun, saya pasti ngotot berusaha menawar dagangan dengan harga semurah mungkin.

Diskon seribu dua ribu saya kejar, padahal energi yang dikeluarkan untuk tawar-menawar panjang bisa lebih dari itu.

Tapi demi disayang suami, saya tetep ngotot. Tak jarang suami yang mengantar mulai tidak sabar & geleng-geleng kepala. Saya sih cuek saja, istri pelitnya ini selalu beralasan sama, kan biar hemat.
Baca lebih lanjut

Kisah Sang Penjaja Koran

8 Jan

penjual-koranPagi itu seorang penjaja koran sedang berteduh di sebuah emperan toko. Sejak subuh hujan yang turun cukup deras, membuatnya tidak bisa menjajakan korannya. Terbayang di benakku, tidak ada satu rupiah pun uang yang akan ia peroleh kalau hari terus hujan.

Namun, kegalauan yang kurasakan ternyata tidak tampak sedikit pun di wajahnya. Hujan masih terus saja turun. Si penjaja koran pun tetap duduk di emperan toko sambil tangannya memegang sesuatu. Tampaknya seperti sebuah buku.

Kuperhatikan dari kejauhan, lembar demi lembar ia baca. Awalnya aku tidak tahu apa yang sedang ia baca. Namun saat kudekati, ternyata ada sebuah Al-Quran di tangannya.
Baca lebih lanjut

Perdebatan & Kearifan

8 Mei

arguingDi Tiongkok pernah ada seorang guru yang sangat dihormati karena tegas  dan jujur. Suatu hari, 2 murid menghadap sang guru. Mereka bertengkar hebat dan nyaris beradu fisik. Keduanya berdebat tentang jumlah hitungan 3 x 7.

Murid yang pandai mengatakan 21, sedangkan si murid bodoh bersikukuh mengatakan 27. Murid bodoh menantang murid pandai untuk meminta sang guru sebagai jurinya untuk mengetahui siapa yang benar di antara mereka.
Baca lebih lanjut

While You’re Sleeping…

23 Apr

sleeping-moon“Assalaamu’alaikum…!” Ucapnya lirih saat memasuki rumah. Tak ada orang yang menjawab salamnya. Ia tahu istri dan anak-anaknya pasti sudah tidur. “Biar malaikat yang menjawab salamku,” begitu pikirnya.

Melewati ruang tamu yang temaram, dia menuju ruang kerjanya. Diletakkannya tas, ponsel dan kunci-kunci di meja kerja. Setelah itu, barulah ia menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti pakaian.

Sejauh ini, tidak ada satu orang pun anggota keluarga yang terbangun. Rupanya semua tertidur pulas. Segera ia beranjak menuju kamar tidur. Pelan-pelan dibukanya pintu kamar, ia tidak ingin mengganggu tidur istrinya. Benar saja istrinya tidak terbangun, tidak menyadari kehadirannya.
Baca lebih lanjut

Balasan Kebaikan yang Tak Terduga

29 Mar

waldorfSuatu malam di Philadelphia, AS, sepasang suami-istri yang sudah sepuh masuk ke sebuah hotel kecil. Mereka bertanya kepada resepsionis di situ.

Suami : “Apakah masih ada kamar utk kami berdua?”

Resepsionis: “Maaf sekali pak, kamar kami penuh semua dan kebetulan di kota ini sedang ada 3 events besar, sehingga semua hotel penuh.”

Suami : “Oooh, baiklah kalau begitu…”

Resepsionis : “Tetapi saya tidak mungkin menolak bapak dan ibu serta menyuruh pergi di tengah malam begini sementara di luar hujan badai. Kalau berkenan, bapak dan ibu boleh menginap di kamar saya. Segera saya akan membereskan kamar saya.”

Suami & istri : (mengangguk tanda setuju) “Terima kasih anak muda… Thank you, young man!”
Baca lebih lanjut

Allah yang Beri Tahu Siapa Dia

29 Mar

Ada dua sahabat yang terpisah cukup lama, yakni Ahmad dan Zaenal. Ahmad orangnya pintar sekali, tapi dikisahkan kurang beruntung secara ekonomi, sedangkan Zaenal adalah orang yang biasa-biasa saja, namun keadaan orang tuanya mendukung karier dan masa depannya. Setelah terpisah cukup lama, keduanya bertemu di tempat yang istimewa, yakni di koridor wudhu sebuah masjid mungil.

Zaenal sudah menjadi seorang manajer kelas menengah. Tampilannya necis dan perlente, tapi tetap menjaga kesalehannya. Ia punya kebiasaan. Setiap keluar kota, ia sempatkan mampir di masjid di kota yang ia singgahi untuk memperbaharui wudhu, dan sujud syukur. Ia juga shalat sunnah sebagai tambahan.

Seperti biasa, ia tiba di satu kota. Ia mencari masjid. Ia tepikan mobilnya, dan bergegas masuk ke masjid yang ia temukan. Di sanalah ia bertemu Ahmad dan cukup terperangah. Ia tahu sahabatnya ini, meski berasal dari keluarga tak punya, tapi pintarnya minta ampun. Zaenal tidak menyangka bila berpuluh tahun kemudian ia menemukan Ahmad sebagai marbot masjid.
Baca lebih lanjut

Tidak Terburu-buru Menilai

19 Mar

doctorSeorang dokter bergegas masuk ke dalam ruang operasi, sesaat ayah dari anak yang akan dioperasi menghampirinya.

“Kenapa lama sekali anda sampai ke sini? Apa anda tidak tahu, nyawa anak saya terancam jika tidak segera dioperasi!” ujarnya.

Dokter tersebut tersenyum, “Maaf, saya sedang tidak di RS tadi, tapi saya secepatnya ke sini setelah di telpon pihak RS.”

Kemudian ia menuju ruang operasi.
Baca lebih lanjut