Arsip | Renungan RSS feed for this section

“Aku Akan Menggendongmu Sampai Maut Memisahkan Kita!”

24 Okt

Pada hari pernikahanku, aku menggendong istriku. Mobil pengantin berhenti di depan apartemen kami. Teman-teman memaksaku menggendong istriku saat keluar dari mobil. Lalu aku menggendongnya ke dalam rumah kami. Dia tersipu malu-malu. Saat itu, aku adalah seorang pengantin pria yang kuat dan bahagia. Dan ini adalah kejadian 10 tahun yang lalu saat kami menikah.

Hari-hari berikutnya berjalan seperti biasa. Kami memiliki seorang anak, aku bekerja sebagai pengusaha dan berusaha menghasilkan uang lebih. Ketika aset-aset perusahaan meningkat, kasih sayang diantara aku dan istriku sudah mulai menurun.

Istriku seorang pegawai pemerintah. Setiap pagi kami pergi bersama dan pulang hampir di waktu yang bersamaan. Anak kami bersekolah di sekolah asrama. Kehidupan pernikahan kami terlihat sangat bahagia, namun kehidupan yang tenang sepertinya lebih mudah terpengaruh oleh perubahan-perubahan yang tak terduga.

Lalu, Jane datang ke dalam kehidupanku.
Baca lebih lanjut

Iklan

Jalan yang Jarang Mau Dilalui

24 Okt

Suatu hari, seorang anak mengeluh kepada ayahnya yang sedang bekerja. “Ayah, boleh aku bicara?” kata sang anak.

“Ada apa, nak?” tanya sang ayah.

Sang ayah kemudian duduk disamping anaknya dan berkata, “Ayo ceritakan nak, Ayah akan mendengarkan.”

“Aku lelah, sangat lelah hati ini, ayah…” kata sang anak.

“Aku lelah karena Aku belajar mati-matian untuk mendapat nilai bagus, sedang temanku bisa dapat nilai bagus dengan menyontek…Aku mau menyontek saja! Aku lelah, sangat lelah.”

“Aku lelah karena aku harus terus membantu Ibu membersihkan rumah, sedang temanku punya pembantu,
Aku ingin Kita punya pembantu, ayah.!”

“… Aku lelah, sangat lelah …”
Baca lebih lanjut

Rahasia Kesuksesan Seorang Petani di Jepang

28 Jul

Di satu desa di Osaka, Jepang, terdapat seorang petani yang menanam jagung-jagung GCg unggulan & seringkali memenangkan penghargaan tingkat nasional dengan kategori Jagung Terbaik Sepanjang Musim.

Suatu hari, seorang wartawan dari koran lokal melakukan wawancara untuk menggali rahasia kesuksesan petani tersebut. Wartawan itu menemukan bahwa ternyata petani itu selalu membagikan benih jagungnya kepada para tetangganya.

“Bagaimana Anda bisa berbagi benih jagung dengan tetangga Anda, lalu bersaing dengannya dalam kompetisi yang sama setiap tahunnya?” tanya wartawan, dengan penuh rasa heran & takjub.

“Tidakkah Anda mengetahui bahwa angin menerbangkan serbuk sari dari jagung yang akan berbuah & membawanya dari satu ladang ke ladang yang lain. Jika tetangga saya menanam jagung yang jelek, maka kualitas jagung saya akan menurun ketika terjadi serbuk silang. Jika saya ingin menghasilkan jagung kualitas unggul, maka saya harus membantu tetangga saya untuk menanam jagung yang bagus jawab si Petani itu.”

Petani ini sangat menyadari hukum “saling ketertarikan” (Law Of Attraction) dalam kehidupan. Dia tidak dapat meningkatkan kualitas jagungnya, jika dia tidak membantu tetangganya untuk melakukan hal yang sama.

Itulah sebabnya sang petani memberi benih kualitas terbaik kepada para tetangganya, bukan malah memberi benih buruk dan cacat untuk mempermainkan dan mengakali para tetangganya.

Dalam kehidupan ini, jika kita ingin menikmati kebaikan, kita harus memulai dengan menabur kebaikan kepada orang-orang di sekitar kita. Jika kita ingin bahagia, maka kita harus menabur kebahagiaan untuk orang lain. Jika kita ingin hidup dengan kemakmuran, maka kita harus berupaya pula untuk meningkatkan taraf hidup orang-orang di sekitar kita.

Sebaliknya, jika kita menebar keburukan dan kejelekan kepada orang-orang di sekitar kita. Maka percayalah, keburukan dan kejelekan itu niscaya akan menyelimuti hidup kita.

Kita tidak akan mungkin menjadi pribadi yang sukses, jika kita tidak berhasil menabur dan menebar kebaikan pada orang-orang di sekitar kita. Kualitas kita ditentukan oleh orang-orang di sekitar kita.

Orang yang cerdas itu sejatinya adalah orang yang mencerdaskan orang lain. Begitu pula orang yang baik adalah orang yang mau berbuat baik untuk orang lain.

Menjadi orang penting itu baik, tapi menjadi orang baik itu lebih penting. Tidak menonjolkan diri seakan diri kita lah yang paling hebat dan berhasil. Padahal banyak orang seperti kita.

Semoga kita dapat terus berupaya untuk:

– Berhati Bersih dan Mulia tanpa mempermainkan orang lain dan menggunakan Akal Licik, demi popularitas,-
Oleh karena itu maka:
– Berpikiran Jernih,
– Berkata Baik,
– Berperilaku Positif,
– Memberi yang Terbaik.
– Tidak Angkuh dan
– Tidak sombong

Semoga bermanfaat.

Penawar Sadis

15 Jan

please do not bargainSebagai istri, saya tentu ingin disayang suami. Belajar masak, rajin bersih-bersih rumah, berlaku lembut penuh cinta kepada suami, dan berusaha hemat dalam penggunaan uang belanja biar disebut istri cerdas & yang tersayang.

Setiap kali belanja kemana pun, saya pasti ngotot berusaha menawar dagangan dengan harga semurah mungkin.

Diskon seribu dua ribu saya kejar, padahal energi yang dikeluarkan untuk tawar-menawar panjang bisa lebih dari itu.

Tapi demi disayang suami, saya tetep ngotot. Tak jarang suami yang mengantar mulai tidak sabar & geleng-geleng kepala. Saya sih cuek saja, istri pelitnya ini selalu beralasan sama, kan biar hemat.
Baca lebih lanjut

Kisah Sang Penjaja Koran

8 Jan

penjual-koranPagi itu seorang penjaja koran sedang berteduh di sebuah emperan toko. Sejak subuh hujan yang turun cukup deras, membuatnya tidak bisa menjajakan korannya. Terbayang di benakku, tidak ada satu rupiah pun uang yang akan ia peroleh kalau hari terus hujan.

Namun, kegalauan yang kurasakan ternyata tidak tampak sedikit pun di wajahnya. Hujan masih terus saja turun. Si penjaja koran pun tetap duduk di emperan toko sambil tangannya memegang sesuatu. Tampaknya seperti sebuah buku.

Kuperhatikan dari kejauhan, lembar demi lembar ia baca. Awalnya aku tidak tahu apa yang sedang ia baca. Namun saat kudekati, ternyata ada sebuah Al-Quran di tangannya.
Baca lebih lanjut

Perdebatan & Kearifan

8 Mei

arguingDi Tiongkok pernah ada seorang guru yang sangat dihormati karena tegas  dan jujur. Suatu hari, 2 murid menghadap sang guru. Mereka bertengkar hebat dan nyaris beradu fisik. Keduanya berdebat tentang jumlah hitungan 3 x 7.

Murid yang pandai mengatakan 21, sedangkan si murid bodoh bersikukuh mengatakan 27. Murid bodoh menantang murid pandai untuk meminta sang guru sebagai jurinya untuk mengetahui siapa yang benar di antara mereka.
Baca lebih lanjut

While You’re Sleeping…

23 Apr

sleeping-moon“Assalaamu’alaikum…!” Ucapnya lirih saat memasuki rumah. Tak ada orang yang menjawab salamnya. Ia tahu istri dan anak-anaknya pasti sudah tidur. “Biar malaikat yang menjawab salamku,” begitu pikirnya.

Melewati ruang tamu yang temaram, dia menuju ruang kerjanya. Diletakkannya tas, ponsel dan kunci-kunci di meja kerja. Setelah itu, barulah ia menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti pakaian.

Sejauh ini, tidak ada satu orang pun anggota keluarga yang terbangun. Rupanya semua tertidur pulas. Segera ia beranjak menuju kamar tidur. Pelan-pelan dibukanya pintu kamar, ia tidak ingin mengganggu tidur istrinya. Benar saja istrinya tidak terbangun, tidak menyadari kehadirannya.
Baca lebih lanjut