Arsip | Rumah Tangga RSS feed for this section

While You’re Sleeping…

23 Apr

sleeping-moon“Assalaamu’alaikum…!” Ucapnya lirih saat memasuki rumah. Tak ada orang yang menjawab salamnya. Ia tahu istri dan anak-anaknya pasti sudah tidur. “Biar malaikat yang menjawab salamku,” begitu pikirnya.

Melewati ruang tamu yang temaram, dia menuju ruang kerjanya. Diletakkannya tas, ponsel dan kunci-kunci di meja kerja. Setelah itu, barulah ia menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti pakaian.

Sejauh ini, tidak ada satu orang pun anggota keluarga yang terbangun. Rupanya semua tertidur pulas. Segera ia beranjak menuju kamar tidur. Pelan-pelan dibukanya pintu kamar, ia tidak ingin mengganggu tidur istrinya. Benar saja istrinya tidak terbangun, tidak menyadari kehadirannya.
Baca lebih lanjut

Terima Kasih Karena Rumah Kita Masih Berantakan…

22 Feb

rumah berantakan“Aku heran sama istriku!”

Suatu hari seorang teman mengunjungi saya dan mulai menceritakan keluhan-keluhannya tentang istrinya. “Aku sudah bingung harus bagaimana?” katanya.

Sebenarnya saya tidak enak untuk membicarakan masalah pribadi seperti ini. Namun teman saya terus mengajak bicara. Tampaknya ia perlu teman bicara. “Apa masalahnya?” tanya saya.
Baca lebih lanjut

Kisah Dibalik Rasyad Foundation

8 Jan

hand to parentKisah berikut ini bisa jadi bahan renungan bagi kita sebagai orang tua. Saya tidak tahu apakah cerita ini benar atau tidak (saya sudah googling dan mencari info tentang Rasyad Foundation dan belum menemukannya). Namun, terlepas dari hal tersebut, kita masih bisa mengambil pelajaran dan hikmahnya. Berikut adalah paparannya.

Anak kecil berusia 7 tahun ini namanya Rasyad. Ia putera tunggal seorang miliuner Kuwait. Saat ia terbaring di rumah sakit selama 23 hari opname, ia tidak ditemani ayah bundanya yang sibuk dengan pekerjaannya.
Baca lebih lanjut

Nasihat Perkawinan

9 Agu

family copyDalam menjalani kehidupan, pernikahan dan membina rumah tangga adalah salah satu sunnatullah dan menjadi episode di dalamnya. Sepanjang perjalanannya ada suka dan duka yang mengiringinya. Semoga nasihat singkat berikut ini bisa menjadi pengingat bagi kita yang menjalaninya.

KETIKA AKAN MENIKAH. Janganlah mencari isteri, tapi carilah ibu bagi anak-anak kita. Janganlah mencari suami, tapi carilah ayah bagi anak-anak kita.

KETIKA MELAMAR. Anda bukan sedang meminta kepada orang tua/wali si gadis, tetapi meminta kepada Allah melalui orang tua/wali si gadis.

KETIKA AKAD NIKAH. Anda berdua bukan menikah di hadapan penghulu, tetapi menikah di hadapan Allah.

KETIKA RESEPSI PERNIKAHAN. Catat dan hitung semua tamu yang datang untuk mendo’akan anda, karena anda harus berpikir untuk mengundang mereka semua dan meminta maaf apabila anda berpikir untuk bercerai karena menyia-nyiakan do’a mereka.
Baca lebih lanjut

Sifat Perempuan yang Bikin Pria Sembunyikan Perasaannya

11 Feb

Seringkali perempuan bingung menebak isi hati dan juga perasaan pria. Ya, pria memang cenderung lebih suka menyimpan perasaan dan emosi (rasa sedih, marah, ingin menangis, bahagia dan kecewa) untuk dirinya sendiri.

Misalnya, saat mendapat berita duka kebanyakan pria justru menahan air mata, mengungkap kesedihannya dengan sebuah senyuman pahit, atau justru dengan wajah datar. Sedih? pasti, tapi semua disembunyikannya.
Baca lebih lanjut

7 Bahaya Laten yang Mengancam Pernikahan

20 Agu

Anda mungkin sudah tahu bahwa masalah keuangan, mertua yang ikut campur, atau adanya orang ketiga berpotensi menghancurkan rumah tangga. Tapi di luar hal-hal ekstrem itu, ternyata banyak hal kecil dalam pernikahan yang justru bisa lebih berbahaya.

1. Komunikasi digital

Mengirim SMS, BBM, WhatsApp, atau bahkan email, memang lebih cepat dan praktis dibanding menelepon atau bertemu langsung. Apalagi jika Anda berdua sama-sama sibuk. Namun penelitian yang dilakukan Oxford University menemukan bahwa semakin sering pasangan berkomunikasi secara digital, semakin mereka tak puas dengan pernikahannya.
Baca lebih lanjut

4 Cara Membangunkan Anak di Pagi Hari Tanpa Marah

10 Okt

Punya anak merupakan kebahagiaan dan tantangan tersendiri bagi para orangtua. Apalagi, jika anak Anda sudah sekolah. Tantangan bertambah satu, yakni membangunkan mereka di pagi hari untuk berangkat ke sekolah.

Kalau setiap hari Anda harus marah-marah kepada mereka, tentunya akan menguras emosi.

“Bila setiap pagi harus dimulai dengan emosi tinggi, bisa jadi Anda akan kehilangan energi untuk menjalani sisa hari,” kata Helene Emsellem, penulis buku Snooze… or Lose! 10 “No-War” Ways to Improve Your Teen’s Sleep Habits.

Sebelum Anda bertindak lebih jauh, Emsellem, yang juga direktur medis Center for Sleep & Wake Disorders di Chevy Chase, mengajak Anda terlebih dulu memahami mengapa anak-anak sulit bangun pagi.

Menurutnya, anak-anak, terutama remaja, butuh tidur sekitar 9 jam sehari dan secara biologis baru akan tertidur pada sekitar pukul 23.00. Namun, Anda sendiri tahu bahwa jam sekolah dimulai jauh sebelum waktu istirahat mereka selesai. Itu sebabnya, sulit untuk meminta mereka segera membuka mata, kemudian mandi dan bersiap ke sekolah.

“Sulit bangun pagi pada anak remaja itu bukanlah masalah kebiasaan, melainkan masalah biologis,” kata Emsellem memberi kesimpulan.

Lantas, apa “obat” supaya Anda tidak perlu berteriak-teriak setiap pagi? Pertama-tama, Emsellem menganjurkan Anda untuk bicara dengan anak. Katakan bahwa Anda ingin dia belajar bangun pagi sendiri tanpa harus disertai omelan dari orangtua.

Ada beberapa cara yang bisa ditempuh agar hal ini terlaksana:

1. Berikan tanggung jawab.

“Mintalah anak lebih bertanggung jawab terhadap pola tidur mereka. Artinya, mereka harus belajar untuk bangun tanpa bantuan orang lain,” kata Emsellem. Selain itu, buatlah batasannya. Misalnya, Anda akan membangunkannya satu kali saja.

“Jika Anda masuk ke kamarnya empat kali di setiap pagi, mereka tidak akan merasa punya tanggung jawab untuk bangun pagi karena merasa Anda akan terus melakukannya,” kata Emsellem.

2. Ajarkan mereka bagaimana caranya.

Minta mereka untuk mencatat setiap hari, pukul berapa mereka tidur dan kapan mereka bangun. Lakukan ini selama beberapa minggu. Perhatikan sejauh mana perubahan pada pola tidur dapat membantu mereka bangun lebih pagi. Misalnya, Anda dapat memintanya menyelesaikan pekerjaan rumah sebelum pukul 19.00, dan tidur lebih awal daripada biasanya.

3. Waspadai akhir minggu.

Kebanyakan anak dan remaja ingin menunda waktu tidurnya di akhir minggu, karena merasa esok harinya mereka bisa bangun lebih siang.

Menurut William Kohler, direktur medis dari Florida Sleep Institute, Spring Hill, Florida, boleh-boleh saja sebenarnya jika mereka mau tidur lebih lama di akhir minggu. “Namun, beri kelonggaran waktu bangun hanya sekitar 1-2 jam lebih siang daripada hari sekolah. Yang pasti, jangan biarkan mereka bangun setelah pukul 10.00,” kata Kohler. Hal ini dapat mencegah gangguan pada pola tidur mereka.

4. Jauhkan komputer dan TV dari kamar mereka.

Selain itu, jangan biarkan mereka berinteraksi dengan dua alat elektronik ini beberapa saat sebelum tidur, sebab ini justru dapat membuat mereka jadi sulit tidur. Sementara itu, pastikan kamar tidur anak memiliki jendela yang menghadap keluar, sehingga sinar matahari di luar dapat membantu mereka bangun setiap pagi.

Sumber: Kompas.com from USA Today