Arsip | Uncategorized RSS feed for this section

Arti Kepercayaan

27 Nov

Di sebuah desa ada sebuah sumur yang dianggap angker. Hal ini dikarenakan setiap kali penduduk desa ingin mengambil air sumur, tali dan ember yang diulurkan ke dalam sumur selalu ditarik.

Beberapa tali dan ember  terlepas, Ada yang menarik ember dan tali itu di dalam sumur sana, ungkap para penduduk

Sekian lama tidak diketahui penyebab kejadian aneh ini. Banyak penduduk desa menyimpulkan bahwa sumur itu dihuni oleh sesosok jin jahat yang suka mengganggu.

Karena air merupakan kebutuhan vital penduduk, tetua desa pun berkumpul. Melalui musyawarah diputuskan untuk menjawab teka teki sumur angker: seseorang harus masuk ke dalamnya.itu keputusannya

Tidak ada seorang pun penduduk desa yang berani untuk masuk ke dalam sumur karena takut, kecuali seorang pemuda. Ia bersedia dengan satu syarat: saudara kandungnya harus ikut memegang tali ketika ia masuk ke dalam sumur.

Orang-orang bertanya, “Kenapa harus saudaramu? Di sini juga banyak pemuda-pemuda yang tegap lagi kuat. Saudaramu itu tinggalnya jauh dari desa kita ini.”

Pemuda itu tak bergeming tetap meminta syarat itu. Karena tidak ada orang lain yang berani masuk ke dalam sumur, merekapun lalu menjemput saudara kandung pemuda itu.

Pagi itu setelah mengikat tubuhnya dengan tali si pemuda pun turun ke dalam sumur. Orang2 beramai-ramai memegang tali, termasuk di sana saudara kandungnya.

Perlahan mereka menurunkan tubuh pemuda itu sehingga masuk ke dasar sumur. Semua menanti dengan hati berdebar debar.

Ternyata di atas batu di dasar sumur, si pemuda menemukan seekor monyet. Inilah sumber masalahnya selama ini.

Ia lalu membawa monyet itu bersamanya dan berteriak, “Tarik talinya!” Dengan segera penduduk desa menarik tali pengikat tubuh si pemuda.

Menjelang sampai ke permukaan sumur, si monyet yang begitu senang melihat cahaya matahari monyet bergerak utk melepaskan tubuhnya dari sang pemuda, terlepas dari pegangan pemuda. Monyet pun memanjat sisa tali dan melompat keluar sumur.

Karena kaget dengan sosok hewan ini dan rasa takut yang telah mencengkram hati penduduk desa. Penduduk kaget serta berhamburan berlari dan melepaskan tali yg dipegangnya. Mereka mengira jin sudah merubah pemuda malang itu menjadi sesosok monyet.

Semua lari kecuali dan melepaskan tali meninggalkan saudara kandung pemuda itu.

Saudara kandungnya  tetap bertahan memegang tali dan dengan susah payah menarik tali menyelamatkan adiknya seorang diri.maka selamatlah sang kakak kandungnya dari lubang sumur….

Penduduk desa tertegun dan memahami… Mengapa si pemuda begitu menginginkan kehadiran saudaranya. Tanpanya ia pasti sudah mati terhempas di dalam sumur sebab mereka semua berlepas diri meninggalkannya.

Semoga bermanfaat.

Iklan

Kenapa Istri Saya Jelek?

21 Okt

Jawaban pria Ini bikin semua suami langsung menunduk malu

Wanita, kamu menikah dengan orang yang tepat atau tidak, semuanya akan terlihat jelas dari penampilanmu.

Kalau kamu menikahi orang yang tepat, bahkan sampai tua pun kamu pasti bisa mempertahankan kecantikanmu. Tapi kalau kamu salah orang, semuanya malah akan terpuruk.

Pria yang sama-sama menikah 10 tahun membawa istri mereka ke sebuah pertemuan.

Setelah acara selesai, para wanita duduk di sofa dan mengobrol bersama, sedang para pria juga memiliki obrolannya sendiri.

Akhirnya kedua pria ini bertemu dan mulai mengobrol.

Rudi : “San, lama gak ketemu, istri lu cantik amat!”

Hasan : “Thank you, thank you…”

Rudi : “Kalian baru nikah ya?”

Hasan : “Iya belum lama, baru 10 tahun.”

Mendengar jawaban Hasan, Rudi langsung kaget, karena dia dan istrinya juga sudah menikah kurang lebih 10 tahun, tapi istrinya tidak seperti istri Hasan yang begitu cantik dan menarik.

Bagi Rudi, istrinya seperti wanita tua yang sudah tidak menarik lagi.

Rudi : “Gue sama istri juga sama sih kurang lebih, dulu waktu nikah dia cantik banget, tapi sekarang semuanya berubah, udah jadi emak-emak.

Mau gimana liat juga nggak enak diliat, kadang mau keluar rumah juga males bawa dia, coba aja kalau istri gua kayak istri lu.”

Hasan hanya terseyum mendengar perkataan Rudi,
Rudi kemudian melanjutkan.

Rudi : “Tapi liat istri lu cantik mulus kayak gitu, harusnya dia gak akan bersih-bersih rumah kan yah? Yah kalau dilihat dari sisi ini, mungkin ini kelebihan istri gue sih, setidaknya, dua anak gue bisa dirawat baik-baik sama dia.”

Hasan : “Ah kata siapa? Emang dia cantik jadi keliatannya kayak yang gak suka bersihin rumah.
Tapi dia apa juga bisa, rumah selalu bersih, masak juga enak.
Anak perempuan gue juga cantik kayak mamanya.”

Mendengar jawaban ini, muka Rudi mulai berubah. Dia tidak habis pikir, sama-sama wanita, kenapa bedanya begitu besar?

Hasan kemudian tersenyum dan bertanya.

Hasan : “Lu tau gak istri lu sukanya makan apa?”

Rudi : “Wah gak tau gue…”

Hasan : “Lu sering peluk dan cium istri gak?”

Rudi : “Ya ampun udah nikah segini lama, ga perlu lagi kali.”

Hasan : “Lu sering beliin istri lu baju baru dan perawatan kulit gak?”

Rudi : “Yah umur udah segini, mau buang begitu banyak uang juga sama aja.”

Hasan : “Kalau gitu, lu tau gak istri lu pake baju ukuran berapa? Sepatunya ukuran berapa?”

Rudi : “Ini… hmm.. Kayaknya gua juga gak tau.”

Rudi kemudian malu dan mukanya memerah, Hasan melanjutkan.

Hasan : “Gue tahu jelas apa yang disukai istri, apa hobinya, bahkan apa yang dia pikirkan, gue bisa tebak.

Gue suka pijetin kalau dia pulang kerja, setiap bangun tidur gue juga selalu kecup kening dan peluk dia. Kalau hari hujan, mau sejauh apa pun, gue pasti bakal jemput dia pulang kerja.

Gue tahu ukuran baju dan sepatunya, jadi kalau kadang kita jalan-jalan dan dia gak rela keluarin uang buat beli barang yang jelas-jelas dia suka, gue akan langsung beliin.”

Rudi semakin menunduk, dia kemudian teringat akan istrinya, dia sering bertengkar dengan istri di rumah, kalau tidak puas, dia akan langsung membentak dan bersikap cuek pada istrinya, bahkan beberapa hari lalu, mereka baru saja bertengkar cuman karena istrinya beli baju yang harganya gak seberapa dan Rudi selalu mengatakan kalau itu pemborosan.

Kemudian, Hasan melanjutkannya…

Hasan : “Kalau istri sendiri kita gak sayang, masa tunggu orang lain sayang dia? Dia tuh demi keluarga ini, demi anak, sudah mengorbankan begitu banyak waktu dan tenaga, kadang malah gak pernah mikirin dirinya, kenapa lu gak bantuin dia?

Cewek itu ibarat bunga mawar, yang cuman bisa dilindungi sama suaminya, baru mereka bisa selalu mekar dengan segar dan semangat. Kalau gak ada yang ngerawat, ya udah deh, pasti cepet layu.

Lu harus banyak waktu perhatiin istri lu, tadi dia lewat di sebelah gue, gue bahkan bisa cium bau minyak di kepalanya, dia bahkan jadi kayak emak-emak yang lu bilang tadi, masa lu gak mau bikin hidup dia jadi lebih bahagia, jadi lebih cantik gitu?”

Rudi hanya bisa terdiam..
Tak lama kemudian, acara pun berakhir, Hasan pamit dan menggandeng istrinya pulang.

Rudi melihat istrinya yang kelelahan sudah ketiduran di atas sofa, ia melangkah menuju istrinya kemudian dengan lembut membangunkannya, “Capek ya? Yuk kita pulang.”

Ada pepatah yang mengatakan, wajah perempuan sebelum 30 tahun itu ditentukan oleh keturunan, Tetapi setelah 30 tahun itu ditentukan dari pernikahan!
Kalau kamu memiliki suami yang mengerti kamu, kamu akan menjadi wanita yang cantik dan berbahagia!

Wanita yang berbahagia, bisa dilihat dari sinar yang memancar dari wajahnya, ia selalu tersenyum, sorot matanya penuh kehangatan dan bersemangat.

Ada pepatah berkata, “Kalau kamu bercermin dan menemukan kalau dirimu semakin lama semakin cantik, maka kamu menemukan orang yang tepat!”

Banyak pria yang berkata ingin menikahi wanita yang cantik, lemah lembut dan baik hati.
Padahal sebenarnya, pria yang memiliki kemampuan, justru akan menikahi wanita yang biasa saja, dan akan menyayanginya sampai wanita itu menjadi cantik rupawan.

Pria baik itu ibarat pisau operasi plastik, dialah yang menentukan kecantikan seorang wanita.

Kalau kamu menikahi lelaki yang benar, setiap hari yang kamu jalani penuh kebahagiaan, kamu dengan sendirinya akan memancarkan kecantikan.

Tapi kalau kamu menemukan lelaki yang salah, dia akan membuatmu menjadi semakin jelek dan semakin buruk dalam berbagai aspek.

Walaupun awalnya kamu adalah wanita cantik penuh senyum, pada akhirnya kamu akan menjadi wanita suram yang haus akan kebahagiaan.

Jadi pria, perlu ingat baik-baik!
Bagaimana kamu memperlakukan wanitamu, begitu pulalah wanitamu akan menjadi.

Menjadi Manusia yang Bahagia

16 Sep

Engkau mungkin memiliki kekurangan, merasa gelisah dan kadangkala hidup tak tenteram, namun jangan lupa hidupmu adalah sebuah proyek terbesar di dunia ini.

Hanya engkau yang sanggup menjaga agar tidak merosot.
Ada banyak orang membutuhkanmu, mengagumimu, dan mencintaimu.

Aku ingin mengingatkanmu bahwa menjadi bahagia bukan berarti memiliki langit tanpa badai, atau jalan tanpa musibah, atau bekerja tanpa merasa letih, ataupun hubungan tanpa kekecewaan.

Menjadi bahagia adalah mencari kekuatan untuk memaafkan, mencari harapan dalam perjuangan, mencari rasa aman di saat ketakutan, mencari kasih di saat perselisihan.

Menjadi bahagia bukan hanya menyimpan senyum, tetapi juga mengolah kesedihan.

Bukan hanya mengenang kejayaan, melainkan juga belajar dari kegagalan.

Bukan hanya bergembira karena menerima tepuk tangan meriah, tetapi juga bergembira meskipun tak ternama.

Menjadi bahagia adalah mengakui bahwa hidup ini berharga, meskipun banyak tantangan, salah paham dan saat-saat krisis.

Menjadi bahagia bukanlah sebuah takdir, yang tak terelakkan, melainkan sebuah kemenangan bagi mereka yang mampu menyongsongnya dengan menjadi diri sendiri.

Menjadi bahagia berarti berhenti memandang diri sebagai korban dari berbagai masalah, melainkan menjadi pelaku dalam sejarah itu sendiri.

Bukan hanya menyeberangi padang gurun yang berada di luar diri kita, tapi lebih dari pada itu, mampu mencari mata air dalam kekeringan batin kita.

Menjadi bahagia adalah mengucap syukur setiap pagi atas mukjizat kehidupan.

Menjadi bahagia bukan merasa takut atas perasaan kita. Melainkan bagaimana membawa diri kita. Untuk menanggungnya dengan berani ketika diri kita ditolak.

Untuk memiliki rasa mantab ketika dikritik, meskipun kritik itu tidak adil.

Dengan mencium anak-anak, merawat orang tua, menciptakan saat-saat indah bersama para sahabat, meskipun mereka pernah menyakiti kita.

Menjadi bahagia berarti membiarkan hidup anak yang bebas, bahagia dan sederhana yang ada dalam diri kita; memiliki kedewasaan untuk mengaku “Saya Salah”, & memiliki keberanian untuk berkata “Maafkan Saya”.

Memiliki kepekaan untuk mengutarakan “Aku membutuhkan kamu”; memiliki kemampuan untuk berkata “Aku…”

Dengan demikian hidupmu menjadi sebuah taman yang penuh dengan kesempatan untuk menjadi bahagia.

Di musim semimu, jadilah pecinta keriangan. Di musim dinginmu, jadilah seorang sahabat kebijaksanaan.

Dan ketika engkau melakukan kesalahan, mulailah lagi dari awal. Dengan demikian engkau akan lebih bersemangat dalam menjalankan kehidupan.

Dan engkau akan mengerti bahwa kebahagiaan bukan berarti memiliki kehidupan yang sempurna, melainkan menggunakan air mata untuk menyirami toleransi, menggunakan kehilangan untuk lebih memantabkan kesabaran, kegagalan untuk mengukir ketenangan hati, penderitaan untuk dijadikan landasaan kenikmatan, kesulitan untuk membuka jendela kecerdasan.

Jangan menyerah… Jangan berhenti mengasihi orang-orang yang engkau cintai… Jangan menyerah untuk menjadi bahagia karena kehidupan adalah sebuah pertunjukan yang menakjubkan.

Dan engkau adalah seorang manusia yang luar biasa!”

Mengubah Nasib Dengan Menolong Orang Lain

15 Sep

Pada 27 Oktober 1945, seorang bayi lelaki lahir pada sebuah desa petani di negara bagian Pernambuco, Brasil.

Karena kondisi keluarganya yang sangat miskin, anak ini sejak usia 4 tahun sudah terpaksa turun ke jalan untuk berjualan kacang, namun tetap tidak cukup sandang dan pangan.

Setelah masuk SD, di luar jam belajarnya dia mencari makan dengan menjadi tukang semir sepatu bersama dua orang temannya, jika tidak mendapatkan pelanggan, maka dia harus menahan lapar.

Pada saat usianya mencapai 12 tahun, di suatu petang datang seorang pemilik toko ingin menyemirkan sepatunya, tiga orang anak itu langsung mengerubunginya. Melihat pandangan penuh minta dari tiga anak ini, dia merasa serba salah.

Akhirnya, dia mengeluar kan dua buah uang koin dari sakunya dan berkata, “Siapa yg paling butuh uang di antara kalian akan saya berikan kesempatan untuk menyemir sepatuku, saya akan membayarnya dua dolar.”

Pada masa itu ongkos semir sepatu hanya 20 sen, jadi uang sepuluh kali lipat ini bagaikan kue yang jatuh dari langit. Ketiga pasang mata mereka segera memancarkan cahaya aneh.

“Dari pagi sampai sekarang saya belum makan, jika tidak ada uang untuk membeli makanan, mungkin saya akan mati kelaparan”, kata seorang temannya.

“Bahan makanan di rumahku sudah habis tiga hari, ibuku juga sedang sakit, saya harus membawa pulang bahan makanan, kalau tidak maka malam nanti saya akan dipukuli.”, kata temannya yang lain.
 
Anak ini melihat pada uang dua dolar di tangan pemilik toko, sejenak kemudian dia berkata, “Jika kesempatan mendapatkan dua dolar ini diberikan kepadaku, saya akan memberikan kepada dua orang temanku ini masing-masing satu dolar.”

Jawaban anak ini membuat pemilik toko dan dua orang temannya merasa heran.

Anak ini menjelaskan, “Kedua orang ini adalah teman baikku, mereka sudah lapar seharian, sedangkan saya tadi siang ada makan sedikit kacang, jadi saya ada tenaga untuk semir sepatu. Biarlah saya yang semir, anda pasti merasa puas.”

Pemilik toko ini merasa sangat terharu, setelah anak ini siap menyemir sepatunya, dia benar-benar memberikan dua dolar kepadanya. Anak ini juga tidak menjilat kembali ludahnya, dia langsung membagikan uang kepada kedua temannya.

Beberapa hari kemudian, pemilik toko menemui anak itu dan memintanya agar bekerja di tokonya setelah pulang sekolah, sekaligus mendapatkan makan malam. Walaupun sebagai pekerja magang upahnya sangat rendah, namun lebih baik daripada pendapatan dari semir sepatu.

Anak ini tahu kalau nasibnya berubah karena perbuatannya yang mau menolong orang yang lebih membutuhkan. Sejak itu, asalkan mampu, dia akan berusaha membantu orang yang lebih susah daripadanya.

Akhirnya dia berhenti dari sekolah dan bekerja sebagai buruh pabrik, demi memperjuangkan hak-hak kaum buruh, dia bergabung dengan serikat buruh pada usia 21 tahun, dia juga mendirikan Partai Buruh pada usia 45 tahun.

Pada tahun 2002, dia mengikuti pemilihan presiden Brasil dengan slogan kampanye “Hapuskan kelaparan” dan berhasil menang.
Pada tahun 2006, dia terpilih kembali untuk masa jabatan 4 tahun kedua.

Selama 8 tahun pemerintahannya, dia merealisasikan janji kampanyenya untuk menjadikan Brasil sebagai kekuatan ekonomi dunia, dia berhasil membuat 93% anak-anak dan 83% orang dewasa di Brasil cukup makan tiga kali sehari.

Negara Brasil yang dipimpinnya berubah dari “dinosaurus pemakan rumput” menjadi “Singa jantan benua Amerika”, sekali lompat Brasil berhasil masuk ke dalam deretan sepuluh besar kekuatan ekonomi dunia.

Tidak salah lagi kalau dia adalah mantan presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva yang masa jabatannya habis pada akhir tahun 2010.

Jika kita semakin menaruh perhatian pada orang, maka kita akan semakin tidak mengkhawatirkan diri sendiri.
Jika kita semakin tidak mengkhawatirkan diri sendiri, maka perasaan menderita kita akan semakin ringan.

10 Tanda Anda Tidak Jadi Orang Kaya

10 Sep

Adalah impian semua orang untuk hidup berkecukupan. Keinginan tersebut membuat mereka mengejar kesuksesan kerja agar jadi orang kaya. Sejumlah penelitian dan pakar pun telah mengungkap tanda-tanda calon orang kaya.

Lalu bagaimana dengan tanda orang yang tidak akan atau sulit jadi orang kaya? Lihat daftar tanda orang yang tidak akan kaya berikut ini.

1. Bekerja Keras Bukan Bekerja Cerdas

Bekerja keras memang penting namun lebih penting lagi untuk bekerja cerdas. Menurut penasehat keuangan, bekerja keras tidak akan membuat Anda kaya karena uang tidak cukup didapatkan dengan tenaga saja namun juga otak.

Artinya, Anda juga harus memikirkan cara cerdas memperbanyak uang yang bisa dilakukan dengan berinvestasi hingga memanfaatkan berbagai kesempatan.

2. Fokus Pada Tabungan Ketimbang Penghasilan

Untuk jadi kaya, Anda memang disarankan untuk banyak menabung. Namun jangan hanya fokus pada menyimpan uang tapi tidak memperbanyak penghasilan. Karena cara terbaik untuk memperbanyak uang adalah dengan selalu membesarkan pemasukan.

3. Membeli Barang yang Tidak Disanggupi

Zaman sekarang banyak orang diperbudak dengan gaya hidup. Karena ingin kekinian, mereka suka membeli barang-barang mahal yang sebenarnya tidak disanggupi secara finansial. Karenanya mereka jadi banyak cicilan dan utang sehingga sulit untuk kaya.

4. Puas dengan Gaji

Terlalu puas dengan gaji juga tidak baik untuk kesuksesan karier. Mereka yang puas dengan penghasilan yang segitu-segitu saja cenderung sulit jadi orang kaya. Itu dikarenakan mereka tidak berusaha untuk memperbanyak uang.

Jika merasa gaji kurang, mulailah negosiasi, cari pekerjaan lain atau tambah pemasukan.

5. Tidak Berinventasi

Tidak berinvestasi adalah salah satu kesalahan dalam pengaturan keuangan. Padahal investasi bisa mempermudahkan Anda untuk jadi kaya.

Namun sebelum berinvestasi, pastikan jika Anda melakukan dengan cara dan pengetahuan yang benar.

6. Mengejar Impian Orang Lain

Jika ingin sukses dan kaya, disarankan untuk melakukan apa yang Anda suka atau impikan. Jangan mengejar mimpi pasangan atau orangtua dengan bekerja pada bidang atau profesi yang sebenarnya kurang diminati. Jika begitu, Anda akan benci pekerjaan kemudian tidak berkembang dalam karier.

7. Tidak Keluar Zona Aman

Anda mungkin sudah sering mendengar saran bahwa keluar dari zona aman adalah salah satu cara untuk meraih kesuksesan. Itu memang ada benarnya.

Orang yang suka mencoba, mengatasi ketakutan, dan mengkalkulasi risiko dengan keluar zona nyaman umumnya lebih banyak uang.

8. Tidak Punya Tujuan Keuangan

Adalah sebuah kesalahan pula untuk tidak punya tujuan keuangan bahkan jika Anda rajin menabung sekalipun. Dengan punya tujuan, motivasi untuk bekerja dan mengumpulkan uang jadi lebih tinggi.

Untuk itu, segera cari tahu tujuan finansial Anda kemudian sesuaikan cara kerja dan menabung agar bisa mencapainya.

9. Belanja Dulu Baru Menabung

Kebanyakan orang akan membelanjakan uangnya dulu untuk berbagai keperluan. Setelah ada sisa, barulah uang tersebut ditabungkan. Anda juga begitu? Kalau begitu, Anda akan sulit jadi orang kaya.

10. Tidak Percaya Bisa Kaya

Terkadang tanda orang tidak akan jadi kaya bisa dilihat dari pemikirannya. Jika orang tersebut tidak percaya bahwa dirinya bisa sukses dan banyak uang tentu bakal sulit untuk meraihnya. Karenanya, berusaha dan   percayalah jika Anda akan jadi orang kaya.

Work and Life: Your Choice?

5 Sep

Dalam sebuah seminar di Bank milik BUMN saya ditanya oleh salah seorang eksekutifnya.

‘Pak Paulus, apa Bapak pernah diajak ‘meeting’ Pak Prijono (Presdir Astra) setelah jam 7 malam?’ tanyanya dengan mimik serius.

“Hah, di atas jam 7 malam?” saya terkejut mendengar pertanyaan itu.

‘Lho kok kaget, pernah atau sering Pak,’ tanya si eksekutif lagi.

‘Selama tiga tahun di bawah Pak Pri, saya belum pernah sekali pun diajak ‘meeting’ mulai jam 7 sore apalagi jam 7 dan di atasnya,’ kali ini saya menjawab juga dengan mimik serius.

‘Bapak biasanya pulang jam berapa dari kantor?’ tanya eksekutif yang lain.

‘Kalau dari Sunter kantor pusat Astra saya umumnya pulang jam 5.30 pm. Jam segitu sudah sepi di lantai 6 lantai khusus Direksi. Kalau dari Kuningan -kantor Astratel – saya pulang jam 6-6.30 pm. Sekitar jam 7-7.30 pm biasanya sudah sampai rumah. Tentu kecuali ada ‘dinner’ atau acara lain bersama mitra lain,’ saya menjawab dengan santai.

Kali ini, kedua eksekutif tadi berpandangan mata.

‘Pulang jam 5.30 pm tapi profit Astra 19,4 Trilliun ya. Kita pulang tengah malam kadang subuh tapi profit masih jauh dibandingkan Astra. Apa yang salah dengan kita,’ keduanya terbahak.

‘Kali kalau Presdir dan eksekutif Astra pulangnya kayak eksekutif kita, profitnya jadi 25 T kali ya,’ yang satu kembali berceloteh.

Kali ini saya sambar: ‘Kalau cara kerja petinggi Astra meeting mulai jam 9 malam dan kadang jam 11 malam kayak boss Anda, saya yakin profit Astra tinggal 10 T. Karena semakin malam semakin tidak produktif dan isinya cuman marah-marah melulu karena tensi sudah tinggi dan tidak bisa memikirkan hal strategis di tengah otak yang sudah lelah dan badan yang sudah payah. Makanya lebih baik berangkat kantor pagi pulang sore dibanding berangkat siang pulang malam hari,’ tanpa sadar saya mulai berkotbah.

Ternyata pertanyaan guyonan di tengah rehat kopi di seminar tersebut adalah pertanyaan serius yang dialami oleh banyak eksekutif dan staf muda yang sudah menyadari pentingnya ‘Balance of Life.’

Mereka sudah mulai menggerutu dan tidak ‘menyenangi’ kerja rodi, di kantor sampai malam karena menunggu giliran bertemu atau rapat dengan boss.

Mereka ingin ‘fun’ dan sosialisasi dengan mitra di tempat santai atau bahkan sudah banyak yang ingin makan malam dengan keluarga, sudah jengah dan bosan terus-menerus bergulat dengan pekerjaan kantor.

Sialnya, mungkin kata ini terlalu kasar, banyak petinggi yang sukses selalu mengkaitkan kesuksesannya dengan kerja keras dalam arti kerja ‘long hour’ dan lembur dengan ukuran ‘simple’nya pulang malam. Pulang di bawah jam 9 malam menunjukkan kurang dedikasi dan kerja keras.

Bahkan ada yang bangga, apalagi ini ‘founder’ atau pemilik perusahaan, dengan gaya kerja kalong ini. Pertemuan jam 11 malam bahkan jam 1 pagi sering diceritakan ke sahabat dan pekerja untuk menunjukkan bagaimana ia meraih sukses dengan kerja keras seperti itu. Plus, sabtu minggu pun ia masih sering mengajak stafnya ‘meeting’ atau rapat penting.

Kalau semua berkumpul dengan tepat, ia membanggakannya dengan berceloteh ‘Ini adalah simbol kerja keras kalian, saya sangat menghargai kalian yang mau mengorbankan waktu libur untuk perusahaan,’ ujar sang pemilik dengan senyum.

‘Kalau menurut Pak Paulus, bagaimana sebaiknya? Apakah kerja seperti itu perlu dilestarikan?’ Kali ini yang bertanya adalah cucu konglomerat yang sudah mulai berani ‘mbalelo’ terhadap ayahnya dengan tidak mendukung pulang pagi dan rapat di hari Sabtu Minggu.

Bagi saya sederhana saja. Karyawan normal, artinya yang kerja di siang hari tanpa kerja shift atau pekerjaan khusus yang menuntut kerja malam pulang pagi, seharusnya bekerja mengikuti jam alam yang normal. Kerja jam 8-6 sore sudah lebih dari cukup.

Yang penting bukan lamanya, tapi intensitasnya. Banyak yang berlama-lama karena sekedar pulang malam agar dianggap kerja keras padahal kerjanya cuman ngobrol dan main ‘facebook’an.

Semakin efektif menggunakan waktu dan resources yang ada, eksekutif harusnya semakin senggang. Semakin ia membutuhkan waktu lebih dari 12 jam sehari mengerjakan pekerjaan kantor, saya mempertanyakan efektivitasnya dalam menggunakan sumber daya yang ada.

Ia memiliki staf, pembantu dan advisor yang seharusnya bisa membantu meringankan pekerjaannya. Kalau sampai lebih dari 14 jam sehari, saya memastikan ada yang salah dalam desain pekerjaan yang harus dilakukannya.

Artinya mungkin, ia harus menyerahkan bukan hanya mendelegasikan ke orang lain agar ia bisa berfokus pada ‘main job’ nya.

Lebih tragis lagi, kalau eksekutif yang sudah ‘burn out’ seperti ini mengajak anak buahnya ikut menemami ‘burn out’ nya. Diminta pulang malam, dan Sabtu Minggu waktu keluargapun masih sering dirampok.

Saya kira, kalau ada yang model begini, ia harus belajar lagi soal ‘time management’ dan terutama belajar ‘menghargai’ bawahan yang punya keinginan dan kepentingan privasi untuk hidup bersama keluarga dan koleganya.

Kalau boss sudah tidak menghargai orang lain yang tidak memiliki konsep kerja seperti dia dan memaksakan kehendaknya agar semua mengikutinya, ia adalah model pimpinan yang menganggap bawahan adalah ‘resources’ bukan ‘human’.

Ia perlu membaca lagi buku  ‘Lead to Bless Leader’ agar mengerti kebutuhan dasar manusia sebagai ‘human’.

‘Pertanyaannya Pak, kalau kondisi di kantor saya seperti itu. Saya berangkat pagi dan pulang minimal jam 11 malam setiap hari bahkan setidaknya dua kali sebulan Sabtu Minggu pun diajak rapat sama boss, apa yang mesti saya lakukan,’ tanya rekan saya yang lain.

‘Kalau mau sehat jasmani rohani, sehat hubungan dengan keluarga dan komunitas dan bahagia, saya sarankan kirimkan CV ke tempat lain,’ saya menjawab dengan tegas.

Kali ini ia yang menyeringai karena gajinya terlalu besar walaupun dengan kerja rodi seperti itu.

‘Nah, itu soal pilihan hidup,’ kali ini saya mulai berfilsafat.

‘Anda mau menyesal di kemudian hari karena hubungan dengan istri, anak dan keluarga menjadi dingin. Atau sebaiknya Anda korbankan gaji yang tinggi dengan mendapat pekerjaan yang lebih wajar dan boss yang memperlakukanmu sebagai manusia bukan sumber daya.

‘The choice is yours. Control your destiny or your boss will,’ saya menutup perbincangan malam ini sambil pamit undur diri karena waktu sudah jam 6.30pm. Itu berarti jam pulang.

Pertanyaan buat pembaca, Anda pilih yang mana? Pergi pagi pulang sore atau pergi siang pulang tengah malam atau pergi pagi pulang pagi lagi?

Yang sudah salah kaprah, jujurlah pada diri sendiri apakah kehangatan rumah tangga bersama istri dan anak masih sama atau sudah mulai mendingin?

Kalau sudah mulai berubah negatif, ‘it is the time to choose my friend.’

“Ma… Aku ke Surga Dulu, Terlalu Lelah Di Sini!”

15 Agu

Detik Selanjutnya Ia pun “Terjun Bebas” dari Lantai 21!

Hati ibu Shu-shu ini sepenuhnya hancur sambil memeluk tubuh putrinya yang telah dingin membeku.

Sang ibu menyekolahkan putrinya yang “bodoh” ke universitas bergengsi di seluruh negeri, kemudian memasukkannya ke firma hukum terkenal di Dalian, betapa besar pengorbanan seorang ibu untuk putrinya ini! Namun, baru satu tahun lulus, sang putri membalas jasa ibunya dengan cara seperti ini, menyedihkan!

Anak-anak adalah harapan kedua orang tua. Tak dipungkiri orang tua memang punya banyak harapan dan berharap anaknya menjadi sesosok orang yang sukses suatu hari nanti.

Siapa sangka, kalau ada sedikit saja kesalahan di tengah-tengah ini, maka akan terjadi hal yang menyedihkan seperti kisah nyata berikut ini.

Ibu bernama Liu Yu yang telah menginjak usia 50 tahun ini adalah lulusan full-time undergraduate yang bisa dihitung dengan jari diantara teman-teman seusianya ketika itu.

Setelah lulus, Liu mengabdikan dirinya menjadi pendidik di sekolah. Karena sangat menonjol, ia selalu mendapatkan posisi yang bagus sepanjang kariernya.

Di usianya yang ke 35 tahun, ia telah menjadi wakil kepala Department of Business Administration di Dalian University, Tiongkok, adalah seorang profesor dan staf menengah termuda di universitas tersebut ketika itu.

Sementara suaminya adalah seorang pegawai negri yang punya kedudukan tinggi. Keberhasilan dari pasangan ini membuat banyak orang yang iri hati.

Pada tahun 1984, Liu Yu melahirkan seorang anak perempuan dan diberi nama Shu-shu. Dia berkata kepada suaminya, anak kita harus lebih meonjol dibanding anak keluarga lain.

Namun, kondisi putrinya membuat ibu Liu tercengang : 1 tahun 7 bulan, saat anak lainnya sudah bisa berlari kesana kemari, Shu-shu bahkan belum bisa berjalan dengan lancar.

Selain itu, perkembangan kemampuan berbicara Shu-shu juga lambat, ketika anak lainnya sudah mulai bisa memanggil “tante”, “nenek” dan sebagainya. Shu-shu bahkan masih sulit mengucapkan kata papa dan mama.

Kondisi putrinya ini tentu saja membuat ibu Liu merasa sangat kecewa.

Hal yang membuat ibu Liu semakin kecewa adalah ketika Shu-shu masuk sekolah dasar. Shu-shu selalu mendapatkan nilai nol setiap kali ujian, bahkan untuk soal yang terhitung mudapun, ia tidak mengerti.

Agar bisa membuat putrinya pintar, ibu Liu kemudian memaksa putrinya minum berbagai suplemen setiap hari. Namun, bukan hanya nilai Shu-shu tidak bertambah baik, Shu-shu justeru tumbuh dewasa lebih cepat, baru SD sudah menstruasi.

Setelah temannya yang menjadi dokter menyarankan, sang ibubaru menghentikan “program menguatkan otak” untuk anaknya.

Tapi hal itu tidak membuat ibu Liu menyerah untuk menciptakan “program unggulan” bagi anaknya. Ia mengatur waktu belajar Shu-shu dengan padat, dan mencari berbagai guru privat yang ahli untuk membimbing Shu-shu.

Hasil bimbingan ternyata tidak mengecewakan, Shu-shu berhasil mendapatkan juara pertama di kelas 5 SD untuk pertama kalinya.

Liu tentu merasa sangat senang dan mulai meminta Shu-shu untuk ikut pertandingan cerdas cermat nasional. Sayangnya sekali lagi Liu dikecewakan oleh hasil anaknya. Ia tidak mengerti dengan pertanyaan yang diajukan, sementara lawannya sudah tahu jawabannya.

Shu-shu belakangan menuliskan dalam buku diarinya, Shu-shu kesal bukan main begitu terbayang dengan hal itu :

“Responku memang lambat, aku selalu jadi yang terakhir dalam setiap kegiatan. Tapi, mama tidak mau mengakui kelemahanku ini, dia selalu merasa dia dan papa adalah orang yang hebat, sehingga mereka berpikir, dengan turunan genetik yang sama, mana mungkin tidak pintar ? Jadi, punya orang tua yang hebat tidal selalu bagus, aku tidak bahagia, mereka juga hidup tersiksa karena diriku”.

Pada musim panas tahun 1997, Shu-shu akhirnya sekolah di SMP. Ibunya menguras habis tabungannya, mencari lagi seorang guru yang hebat untuk les Shu-shu di malam hari.

Shu-shu ditempa untuk menjadi anak yang selalu lebih unggul dari yang lainnya. Ibunya juga puas akan nilai yang dicapai Shu-shu dan berkata, “Kepintaran kamu itu adalah hasil galian yang mama paksakan.”

Pada tahun 2000, Shu-shu masuk SMA ternama, tapi di ujian pertama kali, ia ternyata tidak lulus di banyak mata pelajaran.

Karena masalah tersebut, wali kelas Shu-shu memanggil ibunya untuk bicara, ia curiga Shu-shu sebelumnya sudah mendapat bocoran sehingga bisa diterima di SMA tersebut.

Hal ini membuat ibu marah lalu berkata, “Saya bisa menggugatmu atas fitnahan ini!”

Kemudian Liu membawa hal ini ke kepala sekolah, sehingga wali kelas tersebut akhirnya meminta maaf. Ia juga meminta supaya Shu-shu dipindah ke kelas terbaik di SMA tersebut agar tidak lagi diajar oleh wali kelas tersebut.

Tapi Shu-shu yang memang pada dasarnya tidak bisa mengikuti pelajaran berkata mau keluar sekolah satu minggu kemudian.

Shu-shu yang selalu menurut mamanya berkata pada mamanya : “Saya mau pindah sekolah.”

Ibunya seketika melotot mendengar keinginan putrinya.

Tapi Shu-shu ngotot ingin pindah sekolah .

“Saya sama sekali tidak paham dengan penjelasan guru. Bagi saya, mata pelajaran SMA itu sangat sulit. Saya ingin pindah sekolah kesusteran dan bekerja di rumah jompo,” kata Shu-shu yang hampir membuat mamanya tersedak mendengarnya.

Ibunya marah besar karena hal ini, walaupun suaminya sudah membujuknya untuk menghormati keputusan Shu-shu, tapi reaksi ibu Liu sangat keras dan malah berkata, “Banyak anak yang lebih buruk dari Shu-shu bisa kuliah, atas dasar apa dia tidak bisa? Hei Liang Jun (Suami ibu Lu), kamu dengar baik-baik ya, kecuali besok aku mati, kalo tidak, aku pasti akan memasukkan Shu-shu ke universitas bergengsi!”

Liu mulai turun tangan mengajar anaknya. Tahun 2003, Shu-shu akhirnya masuk fakultas ekonomi sebuah universitas ternama.

Liu menangis begitu menerima lembar penerimaan dari universitas. Sementara Liang Jun, suaminya sangat bersukur atas upaya keras istrinya : “Kalau bukan kamu, Shu-shu pasti tidak ada harapan lagi.”

Di semester pertamanya, Shu-shu adalah mahasiswi satu-satunya yang mata kuliahnya paling banyak gagal. Shu-shu akhirnya harus diam di rumah dan belajar.

Shu-shu menuliskan dalam diarinya, “Mama yang pintar melahirkan anak yang tidak pintar, tapi tidak mau menerima kenyataan. Kasihan. Anak yang tidak pandai memiliki seorang ibu yang pintar, dan anaknya dipaksa harus pintar, menyedihkan”.

Dengan usaha keras akhirnya Shu-shu menamatkan kuliahnya.

Di hari terakhir kuliah dia menyampaikan kesan-pesan kuliahnya, “Lulus, semua orang senang akhirnya terjun ke masyarakat, dan berdikari, tapi yang paling menggembirakanku adalah aku tidak perlu belajar lagi. Lelah rasanya 16 tahun perjalanan di sekolah, dan saking lelahnya sampai-sampai membuatku berulang kali tidak mau hidup lagi.”

Ibunya tidak berhenti sampai disitu, ia berusaha memasukkan anaknya ke sebuah kantor pengacara. Shu-shu memiliki atasan yang sangat ketat.

Di hari pertamanya bekerja, pengacara memberikan Shu-shu pekerjaan yang tidak mampu dilakukannya. Ketika Shu-shu minta tolong pada rekan kerjanya, semua sedang sibuk dan tidak bisa membantunya.

Malamnya Shu-shu dimarahi atasannya. dan Shu-shu hanya bisa menangis. Karena tertekan ia mengatakan pada mamanya tidak mau bekerja lagi. Ibu Liu tentu marah, namun semua itu diterima Shu-shu dengan cara diam.

Semakin lama Shu-shu semakin terpuruk di kantornya dan semakin ingin keluar dari sana.

Karena selalu hidup tertekan sejak kecil hingga lulus kuliah dan terjun ke masyarakat, Shu-shu akhirnya memutuskan mengakhiri hidupnya, ia melompat dari lantai 21 dan tewas seketika.

Beberapa hari kemudian, ibu Liu yang tidak mampu menerima kenyataan itu menemukan sebuah surat dari Shu-shu yang isinya, “Papa, mama, aku selalu berharap bisa menjadi anak seperti yang kalian harapkan. Tapi, bagaimanapun aku bukanlah anak tipe seperti itu. Aku lelah, benar-benar lelah, aku selalu hidup di lingkungan yang bukan milikku, kelebihan orang lain selalu menonjolkan kebodohanku. Aku sangat lelah, dan ingin istirahat, mungkin di surga nanti aku bisa bertemu dengan teman-temanku yang tidak pintar tapi bahagia.”

Huruf demi huruf yang ditorehkan untuk terakhir kalinya oleh Shu-shu putri mereka itu membuat Liu terpukul dan sadar seketika., tapi sudah terlambat.

Ketika diwawancarai, Liu mengatakan sambil menangis : “Saya menceritakan masalah keluarga ini, hanya ingin menyadarkan para orangtua lainnya atas hal yang dialami putri saya. Pepatah Turki mengatakan “Tuhan saja menyiapkan pohon yang pendek bagi burung yang bodoh”. Kalimat ini saya kutip dari buku diari Shu-shu, tapi aku selalu memaksa Shu-shu terbang ke pohon tinggi yang memang bukan untuknya, hingga akhirnya dia jatuh.

Kalau direnungkan, bukankah aku hanya berharap agar anakku bahagia?

Setiap anak adalah unik dan berbeda satu dengan lainnya. Bahkan anak kembar sekalipun, mereka bisa sangat berbeda

Pernyataan bahwa : “Orang tua yang pintar pasti akan selalu melahirkan anak yang pintar” –> ini tidak 100% benar.
Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan seorang anak berbeda dari orangtua-nya.
Kakak beradik dalam suatu keluarga juga bisa memiliki potensi, bakat, sifat dan personality yang sangat berbeda.

Pada dasarnya, setiap manusia pada saat mereka terlahir ke dunia, mereka sudah memiliki blueprint (design diri sejati) masing-masing

Jika kita menjalankan kehidupan sesuai dengan blueprint kita maka hidup akan sangat sempurna.

Namun sayangnya programming dan conditioning sejak kita kecil seringkali membuat kita menjauh dari diri sejati kita.

Pada contoh kasus Shu Shu di atas, dia menjalankan kehidupan berdasarkan programming dan conditioning dari mama-nya, sehingga kehidupan Shu Shu sangat jauh dari design diri sejatinya. Itu sebabnya walaupun Shu Shu bisa melewati setiap tahap dalam kehidupannya, namun selalu ada rasa tidak nyaman saat menjalaninya, dia menjalankan kehidupan orang lain dalam kesehariannya. Sungguh sangat melelahkan