Arsip | Uncategorized RSS feed for this section

Permainan Pikiran (Teori Jeruk Nipis)

22 Mei

Saya ada sedikit percobaan
Kita bermain imajinasi.

Bayangkan ada sebuah Jeruk Nipis berwarna hijau agak ke kuning-kuningan.
Lalu Jeruk tsb anda potong jadi dua. Kemudian pegang salah satunya dan peraslah…
Sampai air tetesan nya mengucurr…

Apa yg anda rasakan..? Asam bukan..? Setiap tetesannya membuat anda menelan ludah.
Kalau imajinasi anda kuat sekarang anda sedang
Menelan air liur, saking asamnya betul?

Padahal jeruknya tidak ada…
Tapi rasa asamnya terasa hingga anda harus menelan ludah.

Jika anda merasakan kejadian serupa itulah yg disebut
TEORI JERUK NIPIS.

Bahwa tubuh manusia dirancang untuk merespon apa yg dibayangkan. Apa yg dipirkan itulah yg jadi kenyataan.

Sehingga jika kita sedang menghadapi masalah
Lalu kita berpikir yg aneh-aneh
Maka yg terjadi biasanya tubuh akan drop. Kemungkinan jatuh sakit bahkan depresi.

Padahal semua kekhawatiran itu belum tentu terjadi.
Kita sebenarnya sedang “meneteskan Jeruk nipis” di kehidupan kita. Semakin banyak tetesannya semakin berat masalahnya.

Kuncinya ada dalam pikiran.
Jika air liur saja bisa dipancing hanya dengan memikirkan sebuah jeruk. Maka sebetulnya masalahpun bisa diatasi dengan permainan pikiran.

Maaf….
Coba anda perhatikan orang yg kelainan jiwa. Secara fisik mereka sehat. Namun mereka hidup di dunia yg berbeda.

Mereka menciptakan dunianya sendiri. Jeruk Nipis yang mereka teteskan terlalu banyak sehingga muncul lawan bicara yg begitu nyata. Yang bisa diajak bicara.

Sekarang ubah Mindset anda
Jika didera masalah bertubi-tubi  anggap itu “proses pondasi”
Bahwa Tuhan hendak membangun Hotel berlantai 100.

Bayangkan sebuah proyek Hotel dengan tinggi 100 lantai.
Pondasinya pasti dalam sekali dan kuat sekali. Dan pengerjaannya pun pasti lama.

Jika pondasinya selesai dia akan mampu menopang beban
Hingga 100 lantai sekalipun…
Tuhan tidak iseng memberi kita masalah. Dia ingin kita kuat bukan ingin kita sekarat.

Maka berhati-hatilah dengan pikiran anda…Berbaik sangkalah maka kehidupan pun atas ijin Tuhan akan membaik.

Berfikir baik dan berbuat baik terhadap orang lain menjadikan kita awet muda.

Usia hanya angka….jiwa tetap semangat muda.
Berbahagialah orang yang percaya namun tidak melihat.

Iklan

Exponential Leader

19 Mei

Anda tahu siapa yang menemukan kamera digital? Namanya Steven Sasson, salah satu karyawan Kodak, perusahaan fotografi global saat itu.

Ketika, Sasson mempresentasikan temuannya, para petinggi Kodak berkata “Teknologi cetak telah hidup bersama kami selama lebih dari 100 tahun, tak ada siapa pun yang mengeluh tentang cetak. Selain itu, cetak juga murah.”

Temuan Sasson tidak mendapat tempat bahkan cenderung dilecehkan oleh para pemimpin Kodak.

Beberapa tahun kemudian, tepatnya tahun 2012, Kodak dinyatakan bangkrut. Dunia fotografi film yang dibanggakan Kodak akhirnya mati, digantikan fotografi digital yang kemudian dikuasai Nikon dan Canon.

Ironisnya, Kodaklah yang menemukan kamera digital tetapi ia bangkrut karena perkembangan kamera digital. Sang penemu dikubur oleh hasil temuannya sendiri. 

Mengapa Kodak bangkrut? Salah satu sebabnya karena kesombongan para pemimpinnya. Mereka terlalu bangga dengan pencapaiannya. Mereka enggan melakukan perubahan.

Mereka kurang mengapresiasi temuan anggota timnya. Mereka kurang menyadari bahwa perubahan yang terjadi semakin cepat, bahkan cenderung eksponensial. 

Di era yang berubah begitu cepat dan terkadang tak terduga disertai VUCA (volatility, uncertainty, complexity dan ambiguity) diperlukan pemimpin model baru. Kami menyebutnya EXPONENTIAL LEADER.

Seorang pemimpin yang mampu membawa tim yang dipimpinnya melakukan lompatan perubahan di pekerjaannya. Tanpa lompatan, bersiaplah perusahaan atau tim yang Anda pimpin hanya akan menjadi kenangan yang menyedihkan, terkubur, terlindas zaman.

Jangan bayangkan bahwa lompatan pastilah sesuatu yang besar, tidak harus. Ia bisa berupa sesuatu yang sederhana tetapi berdampak besar.

Contohnya, saya pernah berdiskusi dengan seorang pemimpin dari salah satu perusahaan otomotif. Lelaki itu berkata “Mas, tim saya sudah saya iming-imingi bonus dan komisi besar bila mencapai target, tetapi kenapa prestasinya stagnan?”

Setelah kami berdiskusi, sang pemimpin memutuskan mengubah cara memotivasinya, bukan dengan iming-iming bonus dan komisi, tetapi lebih menekankan value dari mobil yang dijual.

Ia sampaikan kepada anggota tim yang sebagian besar generasi milineal bahwa mobil yang dijual ramah lingkungan, menyelamatkan bumi dan sejenisnya. Ia pun menyediakan waktu dan energi secara total bagi anggota timnya.

Dan Anda tahu dampaknya? Penjualan mobil oleh tim tersebut mengalami lompatan hampir tiga kali lipat dalam kurun waktu empat bulan. Padahal di saat yang sama, tren penjualan otomotif oleh tim lain sedang menurun.

Pemimpin model ini, bisa dikatakan sebagai EXPONENTIAL LEADER karena ia melakukan lompatan disertai mendapat dukungan penuh dari anggota timnya.

Setiap era memerlukan jenis pemimpin atau model yang berbeda, dan era sekarang memerlukan pemimpin model EXPONENTIAL LEADER bukan model kepemimpinan yang lain.

By Jamil Azzaini

Jamu Jati Kendi

13 Mei

Jika melihat orang lain bahagia, selalu yang ditanya “Apa sih resepnya anda berdua bisa hidup sehat & bahagia?”

Yang ditanya sepasang kakek & nenek yang sedang berolah-raga. Si nenek cuma mesem-mesem aja.

Kemudian dengan singkat si kakek jelaskan bahwa mereka bisa hidup sehat & bahagia bersama nenek karena setiap hari minum JAMU JATI KENDI. Racikannya sangat menyehatkan & membahagiakan.

SI kakek menjelaskan ramuan tersebut sebagai berikut.

JAMU = Jaga mulutmu Maksudnya, mulut dijaga agar tak keluarkan kata-kata yang tak pantas. Selain itu agar menjaga mulut untuk tak makan sembarang makanan. Makanlah makanan yang berguna bagi tubuh & Makan secukupnya, sesuai kebutuhan & jangan terlalu kenyang.

JATI = Jagalah hati
Maksudnya, isilah hati dengan perasaan yang positif & selalu bersyukur terhadap yang sudah dimiliki juga tak perlu kecewa dengan yang belum diperoleh. Jangan sampai hati dipenuhi dengan rasa iri, dengki, jahil, fitnah & segala yang dapat menyakiti orang lain.

KENDI = Kendalikan diri Maksudnya: Hiduplah secara normal, Istirahat yang cukup, serta jangan lupa olah raga yang sesuai dengan usia. Kendalikan emosi & keinginan yang bukan merupakan kebutuhan, Buang jauh-jauh ambisi yang tak terukur.

JAMU JATI KENDI Gratis, oleh sebab itu mulailah mencobanya dengan minum setiap hari.

Semoga bermanfaat…

Bumbu Dasar Masak

4 Mei

Sekadar berbagi, barangkali cocok & kepakai buat resep Keluarga.

Bumbu dasar untuk kemudahan memasak di bulan Ramadhan.
Mau masuk bulan Ramadhan bu ibu, mulai stok bumbu dasar biar masak sahur tidak keteter, bisa awet 3 bulan lho.

*Bumbu Dasar Merah*
– 400 gram cabai merah (buang bijinya),
– 100 gram bawang merah,
– 50 gram bawang putih,
– 100 gram tomat,
– 20 gram terasi,
– 100 gram gula pasir,
– 15 gram garam halus,
– 100 ml minyak goreng (saat memblender), 
– 100 ml minyak goreng (saat menumis).

Bumbu ini cocok untuk memasak nasi goreng, sambal goreng, (ditambah lengkuas, salam, dan santan), dll

*Bumbu dasar kuning*:
– 100 gram kemiri,
– 150 gram bawang putih,
– 500 gram bawang merah,
– 25 gram kunyit,
– 20 gram jahe,
– 20 gram lengkuas,
– 1 sendok makan lada bubuk,
– 2 sendok teh garam halus,
– 2 sendok teh gula pasir, – 150 ml minyak goreng untuk memblender,
– 50 ml minyak untuk menumis.

Bumbu dasar kuning itu misalnya untuk macam-macam soto, pesmol, acar, terik daging, sampai bumbu ayam goreng.

*Bumbu dasar orange* :
– 300 gram cabai merah buang bijinya,
– 1 sendok teh jinten,
– 1 sendok teh adas manis bubuk, (kl suka)
– 2,5 sendok makan ketumbar bubuk,
– 100 gram kemiri,
– 150 gram bawang putih,
– 500 gram bawang merah,
– 25 gram kunyit,
– 20 gram jahe,
– 20 gram lengkuas,
– 2 sendok teh lada bubuk,
– 2 sendok teh garam halus,
– 2 sendok teh gula,
-150 ml minyak goreng untuk memblender, dan
– 50 ml minyak untuk menumis.

Bumbu orange untuk kari, gulai, rendang dan macam-macam masakan yang berwarna orange.

*Bumbu Dasar Putih* :
– 250 gram bawang merah,
– 100 gram bawang putih,
– 50 gram kemiri,
– 3 sentimeter lengkuas di rajang halus,
– 2 sendok teh garam halus,
– 2 sendok teh gula pasir,
– 100 ml minyak goreng (untuk memblender),
– 100 ml minyak goreng untuk menumis.

Bumbu ini cocok untuk berbagai masakan, misalnya rawon, semur, bisa juga untuk tumisan, mi goreng dan oseng-oseng.

*Cara membuat Bumbu Dasar* :
1. Haluskan semua bahan/diblender, kecuali garam, gula dan minyak untuk menumis, hingga halus benar.
2. Panaskan minyak untuk menumis, serta tumis bumbu sampai harum dan matang.
3. Masukan gula, tumis sebentar.
4. Masukkan garam halus, aduk, angkat dan dinginkan.
5. Masukkan ke dalam toples, siap digunakan.
6. Bumbu Dasar bisa di simpan dalam kulkas selama tiga bulan.
Jika ingin memasak, ambillah sedikit dan masukan bumbu tambahan lain, seperti daun salam, daun jeruk. daun sereh, daun kunyit, dll.

Şemoga Ъermanfaat untuk menghemat waktu di dapur dan memaksimalkan Program Ramadhan di rumah kita.

5 Bahasa Kasih

24 Feb

Di rumah nomor 25 di jalan Sinabung, sang suami pulang agak terlambat, dia membawa kue coklat kesukaan isterinya.

Sesampai di rumah, didapatinya si isteri dengan muka cemberut menyambutnya. Hadiah itu di terima tetapi tetap saja sepanjang hari isterinya cemberut. Mereka bertengkar membahas keterlambatan suaminya pulang ke rumah.

Di seberang jalan, suami yang lain juga baru pulang dari luar kota. Sesampai di rumah, isterinya bertanya :”Oleh-oleh nya mana?”. Dengan terbata bata sang suami minta maaf dan menjawab bahwa seharian sibuk meeting sehingga nggak sempat beli oleh-oleh.

Sang isteri cemberut dan ketika suami mencoba merangkul, si isteri menghindar kemudian masuk ke dalam. Sepanjang hari suasana rumah menjadi tidak nyaman.

Apa yang salah dari ke dua suami di atas? yang satu mencoba pulang membawa oleh oleh tetapi diacuhkan oleh isterinya. Sedang satunya tidak membawa oleh-oleh dan membuat sang isteri marah.

Itulah yang umum terjadi di masyarakat kita, hal-hal kecil yang tidak diperhatikan oleh masing-masing. Komunikasi yang tidak nyambung antara suami dan isteri. Yang satu bicara bahasa Inggris dan dibalas dengan bahasa perancis. Akhirnya keduanya merasa tidak cocok satu sama lain dan inilah bibit-bibit sebuah perceraian.

Baca lebih lanjut

Istriku Sudah Tidak Cantik & Menggairahkan Lagi

4 Feb

Suatu hari Imam Syafi’i ra. kedatangan seorang Laki-laki, Suami. Dia mengadu kepada Imam Syafi’i perihal istrinya yang sudah tak cantik, tak menggairahkan lagi dipandangnya.

Suami: “Wanita yg aku nikahi itu pertama kali cantik dan menggairahkan. Tapi kenapa sekarang kecantikannya hilang, tidak menggairahkan?”

Mendengar hal itu, Imam Syafi’i dg tersenyum berkata: “Kamu ingin istrimu kembali lagi cantik, Menggairahkan?”

Suami: “Betul”

Imam syafi’i, “Gampang.. tundukan pandanganmu dari seluruh wanita yg diharamkan selama sebulan!”

Setelah mendengar nasihat  tersebut, ia segera mematuhi apa yang disampaikan Imam Syafi’i.

Sebulan kemudian Laki-laki tersebut bertemu kembali dg Sang Imam.

Imam syafi’i pun bertanya: “Bagaimana sekarang? Istrimu sudah kelihatan cantik?”

Suami: “Maa syaa Allah wahai imam, sungguh tak ada wanita cantik, menggairahkan selain istriku.”

Imam syafi’i pun berkata dari kenyataan itu, “Sebenarnya istrimu tidak berubah. Namun ketika kamu menjadi laki-laki yg sering melabuhkan atau mendaratkan pandangannya kepada wanita-wanita yg tidak halal. Ketika itu, Allah mencabut kenikmatan pandanganmu melihat yang halal.
Ketika Allah mencabut kepadamu kenikmatan melihat yang halal itulah kenapa kamu melihat istrimu menjadi biasa.”

“Akan tetapi ketika kamu meninggalkan pandangan yg haram. Lalu akhirnya kamu kemudian hanya menikmati pada pandangan yang halal (istrimu), di situlah kamu akan mendapati kenikmatan istrimu kembali.”

Nafsu Tersembunyi

4 Feb

Beberapa pakar sejarah Islam meriwayatkan sebuah kisah menarik.

Kisah Ahmad bin Miskin, seorang ulama abad ke-3 Hijriah dari kota Bashroh, Irak. Beliau bercerita:

Aku pernah diuji dengan kemiskinan pada tahun 219 Hijriyah. Saat itu, aku sama sekali tidak memiliki apa pun, sementara aku harus menafkahi seorang istri dan seorang anak. Lilitan hebat rasa lapar terbiasa mengiringi hari-hari kami.

Maka aku bertekad untuk menjual rumah dan pindah ke tempat lain.
Akupun berjalan mencari orang yang bersedia membeli rumahku.

Bertemulah aku dengan shahabatku Abu Nashr dan kuceritakan kondisiku.
Lantas, dia malah memberiku 2 lembar roti isi manisan dan berkata: “Berikan makanan ini kepada keluargamu.”

Di tengah perjalanan pulang, aku berpapasan dengan seorang wanita fakir bersama anaknya. Tatapannya jatuh di kedua lembar rotiku. Dengan memelas dia memohon:

“Tuanku, anak yatim ini belum makan, tak kuasa terlalu lama menahan rasa lapar yang melilit. Tolong beri dia sesuatu yang bisa dia makan. Semoga Allah merahmati tuan.”

Baca lebih lanjut