While You’re Sleeping…

23 Apr

sleeping-moon“Assalaamu’alaikum…!” Ucapnya lirih saat memasuki rumah. Tak ada orang yang menjawab salamnya. Ia tahu istri dan anak-anaknya pasti sudah tidur. “Biar malaikat yang menjawab salamku,” begitu pikirnya.

Melewati ruang tamu yang temaram, dia menuju ruang kerjanya. Diletakkannya tas, ponsel dan kunci-kunci di meja kerja. Setelah itu, barulah ia menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti pakaian.

Sejauh ini, tidak ada satu orang pun anggota keluarga yang terbangun. Rupanya semua tertidur pulas. Segera ia beranjak menuju kamar tidur. Pelan-pelan dibukanya pintu kamar, ia tidak ingin mengganggu tidur istrinya. Benar saja istrinya tidak terbangun, tidak menyadari kehadirannya.
Baca lebih lanjut

Balasan Kebaikan yang Tak Terduga

29 Mar

waldorfSuatu malam di Philadelphia, AS, sepasang suami-istri yang sudah sepuh masuk ke sebuah hotel kecil. Mereka bertanya kepada resepsionis di situ.

Suami : “Apakah masih ada kamar utk kami berdua?”

Resepsionis: “Maaf sekali pak, kamar kami penuh semua dan kebetulan di kota ini sedang ada 3 events besar, sehingga semua hotel penuh.”

Suami : “Oooh, baiklah kalau begitu…”

Resepsionis : “Tetapi saya tidak mungkin menolak bapak dan ibu serta menyuruh pergi di tengah malam begini sementara di luar hujan badai. Kalau berkenan, bapak dan ibu boleh menginap di kamar saya. Segera saya akan membereskan kamar saya.”

Suami & istri : (mengangguk tanda setuju) “Terima kasih anak muda… Thank you, young man!”
Baca lebih lanjut

Allah yang Beri Tahu Siapa Dia

29 Mar

Ada dua sahabat yang terpisah cukup lama, yakni Ahmad dan Zaenal. Ahmad orangnya pintar sekali, tapi dikisahkan kurang beruntung secara ekonomi, sedangkan Zaenal adalah orang yang biasa-biasa saja, namun keadaan orang tuanya mendukung karier dan masa depannya. Setelah terpisah cukup lama, keduanya bertemu di tempat yang istimewa, yakni di koridor wudhu sebuah masjid mungil.

Zaenal sudah menjadi seorang manajer kelas menengah. Tampilannya necis dan perlente, tapi tetap menjaga kesalehannya. Ia punya kebiasaan. Setiap keluar kota, ia sempatkan mampir di masjid di kota yang ia singgahi untuk memperbaharui wudhu, dan sujud syukur. Ia juga shalat sunnah sebagai tambahan.

Seperti biasa, ia tiba di satu kota. Ia mencari masjid. Ia tepikan mobilnya, dan bergegas masuk ke masjid yang ia temukan. Di sanalah ia bertemu Ahmad dan cukup terperangah. Ia tahu sahabatnya ini, meski berasal dari keluarga tak punya, tapi pintarnya minta ampun. Zaenal tidak menyangka bila berpuluh tahun kemudian ia menemukan Ahmad sebagai marbot masjid.
Baca lebih lanjut

Tidak Terburu-buru Menilai

19 Mar

doctorSeorang dokter bergegas masuk ke dalam ruang operasi, sesaat ayah dari anak yang akan dioperasi menghampirinya.

“Kenapa lama sekali anda sampai ke sini? Apa anda tidak tahu, nyawa anak saya terancam jika tidak segera dioperasi!” ujarnya.

Dokter tersebut tersenyum, “Maaf, saya sedang tidak di RS tadi, tapi saya secepatnya ke sini setelah di telpon pihak RS.”

Kemudian ia menuju ruang operasi.
Baca lebih lanjut

Tidak Sesederhana yang Kita Pikirkan

7 Mar

kapal tenggelamSebuah kapal pesiar mengalami kecelakaan di laut dan akan segera tenggelam. Sepasang suami istri berlari menuju ke sekoci untuk menyelamatkan diri.

Sampai di sana, mereka menyadari bahwa hanya ada tempat untuk satu orang yang tersisa.

Segera sang suami melompat mendahului istrinya untuk mendapatkan tempat itu. Sang istri hanya bisa menatap kepadanya sambil meneriakkan sebuah kalimat sebelum sekoci menjauh dan kapal itu benar-benar menenggelamkannya.
Baca lebih lanjut

Ketika Dika Menjawab…

6 Mar

anger kidSebagai orang dewasa atau orang tua seringkali kita berpikir bahwa kita lebih tahu dan lebih bijak ketimbang anak-anak kita. Kita merasa tahu kebutuhan mereka karena kita pernah menjadi anak-anak sebelumnya. Namun, apakah asumsi itu benar adanya? Bahwa kita lebih tahu, mengerti, dan bijak dalam memperlakukan anak-anak kita. Kisah yang ditulis ibu Lesminingtyas berikut ini mungkin akan menyadarkan kita akan kekeliruan tersebut.
Baca lebih lanjut

Kapan Waktu Terbaik Untuk Memulai Usaha?

4 Mar

mulai-bisnisBagi banyak orang yang ingin menjadi pengusaha atau memulai suatu usaha, pertanyaan yang paling sering ditanyakan adalah, “Kapan waktu terbaik untuk mulai berusaha?” Jawabannya: SEKARANG!

Faktanya, tidak pernah ada umur yang terlalu muda atau terlalu tua untuk mulai berusaha. Rasulullah sudah mulai bekerja sejak umur 12 tahun sebagai seorang pengembala domba. Inilah pekerjaan pertama Rasulullah sebagai karyawan yang membentuk karakternya. Pada umur 15 tahun beliau baru menjadi pengusaha saat ikut pamannya untuk berdagang ke Syams. Dengan segala keterbatasannya, Rasulullah akhirnya menjadi salah seorang pengusaha yang dikagumi dan namanya tersohor se-jazirah Arab.
Baca lebih lanjut