10 Tanda Anda Tidak Jadi Orang Kaya

10 Sep

Adalah impian semua orang untuk hidup berkecukupan. Keinginan tersebut membuat mereka mengejar kesuksesan kerja agar jadi orang kaya. Sejumlah penelitian dan pakar pun telah mengungkap tanda-tanda calon orang kaya.

Lalu bagaimana dengan tanda orang yang tidak akan atau sulit jadi orang kaya? Lihat daftar tanda orang yang tidak akan kaya berikut ini.

1. Bekerja Keras Bukan Bekerja Cerdas

Bekerja keras memang penting namun lebih penting lagi untuk bekerja cerdas. Menurut penasehat keuangan, bekerja keras tidak akan membuat Anda kaya karena uang tidak cukup didapatkan dengan tenaga saja namun juga otak.

Artinya, Anda juga harus memikirkan cara cerdas memperbanyak uang yang bisa dilakukan dengan berinvestasi hingga memanfaatkan berbagai kesempatan.

2. Fokus Pada Tabungan Ketimbang Penghasilan

Untuk jadi kaya, Anda memang disarankan untuk banyak menabung. Namun jangan hanya fokus pada menyimpan uang tapi tidak memperbanyak penghasilan. Karena cara terbaik untuk memperbanyak uang adalah dengan selalu membesarkan pemasukan.

3. Membeli Barang yang Tidak Disanggupi

Zaman sekarang banyak orang diperbudak dengan gaya hidup. Karena ingin kekinian, mereka suka membeli barang-barang mahal yang sebenarnya tidak disanggupi secara finansial. Karenanya mereka jadi banyak cicilan dan utang sehingga sulit untuk kaya.

4. Puas dengan Gaji

Terlalu puas dengan gaji juga tidak baik untuk kesuksesan karier. Mereka yang puas dengan penghasilan yang segitu-segitu saja cenderung sulit jadi orang kaya. Itu dikarenakan mereka tidak berusaha untuk memperbanyak uang.

Jika merasa gaji kurang, mulailah negosiasi, cari pekerjaan lain atau tambah pemasukan.

5. Tidak Berinventasi

Tidak berinvestasi adalah salah satu kesalahan dalam pengaturan keuangan. Padahal investasi bisa mempermudahkan Anda untuk jadi kaya.

Namun sebelum berinvestasi, pastikan jika Anda melakukan dengan cara dan pengetahuan yang benar.

6. Mengejar Impian Orang Lain

Jika ingin sukses dan kaya, disarankan untuk melakukan apa yang Anda suka atau impikan. Jangan mengejar mimpi pasangan atau orangtua dengan bekerja pada bidang atau profesi yang sebenarnya kurang diminati. Jika begitu, Anda akan benci pekerjaan kemudian tidak berkembang dalam karier.

7. Tidak Keluar Zona Aman

Anda mungkin sudah sering mendengar saran bahwa keluar dari zona aman adalah salah satu cara untuk meraih kesuksesan. Itu memang ada benarnya.

Orang yang suka mencoba, mengatasi ketakutan, dan mengkalkulasi risiko dengan keluar zona nyaman umumnya lebih banyak uang.

8. Tidak Punya Tujuan Keuangan

Adalah sebuah kesalahan pula untuk tidak punya tujuan keuangan bahkan jika Anda rajin menabung sekalipun. Dengan punya tujuan, motivasi untuk bekerja dan mengumpulkan uang jadi lebih tinggi.

Untuk itu, segera cari tahu tujuan finansial Anda kemudian sesuaikan cara kerja dan menabung agar bisa mencapainya.

9. Belanja Dulu Baru Menabung

Kebanyakan orang akan membelanjakan uangnya dulu untuk berbagai keperluan. Setelah ada sisa, barulah uang tersebut ditabungkan. Anda juga begitu? Kalau begitu, Anda akan sulit jadi orang kaya.

10. Tidak Percaya Bisa Kaya

Terkadang tanda orang tidak akan jadi kaya bisa dilihat dari pemikirannya. Jika orang tersebut tidak percaya bahwa dirinya bisa sukses dan banyak uang tentu bakal sulit untuk meraihnya. Karenanya, berusaha dan   percayalah jika Anda akan jadi orang kaya.

Iklan

Work and Life: Your Choice?

5 Sep

Dalam sebuah seminar di Bank milik BUMN saya ditanya oleh salah seorang eksekutifnya.

‘Pak Paulus, apa Bapak pernah diajak ‘meeting’ Pak Prijono (Presdir Astra) setelah jam 7 malam?’ tanyanya dengan mimik serius.

“Hah, di atas jam 7 malam?” saya terkejut mendengar pertanyaan itu.

‘Lho kok kaget, pernah atau sering Pak,’ tanya si eksekutif lagi.

‘Selama tiga tahun di bawah Pak Pri, saya belum pernah sekali pun diajak ‘meeting’ mulai jam 7 sore apalagi jam 7 dan di atasnya,’ kali ini saya menjawab juga dengan mimik serius.

‘Bapak biasanya pulang jam berapa dari kantor?’ tanya eksekutif yang lain.

‘Kalau dari Sunter kantor pusat Astra saya umumnya pulang jam 5.30 pm. Jam segitu sudah sepi di lantai 6 lantai khusus Direksi. Kalau dari Kuningan -kantor Astratel – saya pulang jam 6-6.30 pm. Sekitar jam 7-7.30 pm biasanya sudah sampai rumah. Tentu kecuali ada ‘dinner’ atau acara lain bersama mitra lain,’ saya menjawab dengan santai.

Kali ini, kedua eksekutif tadi berpandangan mata.

‘Pulang jam 5.30 pm tapi profit Astra 19,4 Trilliun ya. Kita pulang tengah malam kadang subuh tapi profit masih jauh dibandingkan Astra. Apa yang salah dengan kita,’ keduanya terbahak.

‘Kali kalau Presdir dan eksekutif Astra pulangnya kayak eksekutif kita, profitnya jadi 25 T kali ya,’ yang satu kembali berceloteh.

Kali ini saya sambar: ‘Kalau cara kerja petinggi Astra meeting mulai jam 9 malam dan kadang jam 11 malam kayak boss Anda, saya yakin profit Astra tinggal 10 T. Karena semakin malam semakin tidak produktif dan isinya cuman marah-marah melulu karena tensi sudah tinggi dan tidak bisa memikirkan hal strategis di tengah otak yang sudah lelah dan badan yang sudah payah. Makanya lebih baik berangkat kantor pagi pulang sore dibanding berangkat siang pulang malam hari,’ tanpa sadar saya mulai berkotbah.

Ternyata pertanyaan guyonan di tengah rehat kopi di seminar tersebut adalah pertanyaan serius yang dialami oleh banyak eksekutif dan staf muda yang sudah menyadari pentingnya ‘Balance of Life.’

Mereka sudah mulai menggerutu dan tidak ‘menyenangi’ kerja rodi, di kantor sampai malam karena menunggu giliran bertemu atau rapat dengan boss.

Mereka ingin ‘fun’ dan sosialisasi dengan mitra di tempat santai atau bahkan sudah banyak yang ingin makan malam dengan keluarga, sudah jengah dan bosan terus-menerus bergulat dengan pekerjaan kantor.

Sialnya, mungkin kata ini terlalu kasar, banyak petinggi yang sukses selalu mengkaitkan kesuksesannya dengan kerja keras dalam arti kerja ‘long hour’ dan lembur dengan ukuran ‘simple’nya pulang malam. Pulang di bawah jam 9 malam menunjukkan kurang dedikasi dan kerja keras.

Bahkan ada yang bangga, apalagi ini ‘founder’ atau pemilik perusahaan, dengan gaya kerja kalong ini. Pertemuan jam 11 malam bahkan jam 1 pagi sering diceritakan ke sahabat dan pekerja untuk menunjukkan bagaimana ia meraih sukses dengan kerja keras seperti itu. Plus, sabtu minggu pun ia masih sering mengajak stafnya ‘meeting’ atau rapat penting.

Kalau semua berkumpul dengan tepat, ia membanggakannya dengan berceloteh ‘Ini adalah simbol kerja keras kalian, saya sangat menghargai kalian yang mau mengorbankan waktu libur untuk perusahaan,’ ujar sang pemilik dengan senyum.

‘Kalau menurut Pak Paulus, bagaimana sebaiknya? Apakah kerja seperti itu perlu dilestarikan?’ Kali ini yang bertanya adalah cucu konglomerat yang sudah mulai berani ‘mbalelo’ terhadap ayahnya dengan tidak mendukung pulang pagi dan rapat di hari Sabtu Minggu.

Bagi saya sederhana saja. Karyawan normal, artinya yang kerja di siang hari tanpa kerja shift atau pekerjaan khusus yang menuntut kerja malam pulang pagi, seharusnya bekerja mengikuti jam alam yang normal. Kerja jam 8-6 sore sudah lebih dari cukup.

Yang penting bukan lamanya, tapi intensitasnya. Banyak yang berlama-lama karena sekedar pulang malam agar dianggap kerja keras padahal kerjanya cuman ngobrol dan main ‘facebook’an.

Semakin efektif menggunakan waktu dan resources yang ada, eksekutif harusnya semakin senggang. Semakin ia membutuhkan waktu lebih dari 12 jam sehari mengerjakan pekerjaan kantor, saya mempertanyakan efektivitasnya dalam menggunakan sumber daya yang ada.

Ia memiliki staf, pembantu dan advisor yang seharusnya bisa membantu meringankan pekerjaannya. Kalau sampai lebih dari 14 jam sehari, saya memastikan ada yang salah dalam desain pekerjaan yang harus dilakukannya.

Artinya mungkin, ia harus menyerahkan bukan hanya mendelegasikan ke orang lain agar ia bisa berfokus pada ‘main job’ nya.

Lebih tragis lagi, kalau eksekutif yang sudah ‘burn out’ seperti ini mengajak anak buahnya ikut menemami ‘burn out’ nya. Diminta pulang malam, dan Sabtu Minggu waktu keluargapun masih sering dirampok.

Saya kira, kalau ada yang model begini, ia harus belajar lagi soal ‘time management’ dan terutama belajar ‘menghargai’ bawahan yang punya keinginan dan kepentingan privasi untuk hidup bersama keluarga dan koleganya.

Kalau boss sudah tidak menghargai orang lain yang tidak memiliki konsep kerja seperti dia dan memaksakan kehendaknya agar semua mengikutinya, ia adalah model pimpinan yang menganggap bawahan adalah ‘resources’ bukan ‘human’.

Ia perlu membaca lagi buku  ‘Lead to Bless Leader’ agar mengerti kebutuhan dasar manusia sebagai ‘human’.

‘Pertanyaannya Pak, kalau kondisi di kantor saya seperti itu. Saya berangkat pagi dan pulang minimal jam 11 malam setiap hari bahkan setidaknya dua kali sebulan Sabtu Minggu pun diajak rapat sama boss, apa yang mesti saya lakukan,’ tanya rekan saya yang lain.

‘Kalau mau sehat jasmani rohani, sehat hubungan dengan keluarga dan komunitas dan bahagia, saya sarankan kirimkan CV ke tempat lain,’ saya menjawab dengan tegas.

Kali ini ia yang menyeringai karena gajinya terlalu besar walaupun dengan kerja rodi seperti itu.

‘Nah, itu soal pilihan hidup,’ kali ini saya mulai berfilsafat.

‘Anda mau menyesal di kemudian hari karena hubungan dengan istri, anak dan keluarga menjadi dingin. Atau sebaiknya Anda korbankan gaji yang tinggi dengan mendapat pekerjaan yang lebih wajar dan boss yang memperlakukanmu sebagai manusia bukan sumber daya.

‘The choice is yours. Control your destiny or your boss will,’ saya menutup perbincangan malam ini sambil pamit undur diri karena waktu sudah jam 6.30pm. Itu berarti jam pulang.

Pertanyaan buat pembaca, Anda pilih yang mana? Pergi pagi pulang sore atau pergi siang pulang tengah malam atau pergi pagi pulang pagi lagi?

Yang sudah salah kaprah, jujurlah pada diri sendiri apakah kehangatan rumah tangga bersama istri dan anak masih sama atau sudah mulai mendingin?

Kalau sudah mulai berubah negatif, ‘it is the time to choose my friend.’

“Ma… Aku ke Surga Dulu, Terlalu Lelah Di Sini!”

15 Agu

Detik Selanjutnya Ia pun “Terjun Bebas” dari Lantai 21!

Hati ibu Shu-shu ini sepenuhnya hancur sambil memeluk tubuh putrinya yang telah dingin membeku.

Sang ibu menyekolahkan putrinya yang “bodoh” ke universitas bergengsi di seluruh negeri, kemudian memasukkannya ke firma hukum terkenal di Dalian, betapa besar pengorbanan seorang ibu untuk putrinya ini! Namun, baru satu tahun lulus, sang putri membalas jasa ibunya dengan cara seperti ini, menyedihkan!

Anak-anak adalah harapan kedua orang tua. Tak dipungkiri orang tua memang punya banyak harapan dan berharap anaknya menjadi sesosok orang yang sukses suatu hari nanti.

Siapa sangka, kalau ada sedikit saja kesalahan di tengah-tengah ini, maka akan terjadi hal yang menyedihkan seperti kisah nyata berikut ini.

Ibu bernama Liu Yu yang telah menginjak usia 50 tahun ini adalah lulusan full-time undergraduate yang bisa dihitung dengan jari diantara teman-teman seusianya ketika itu.

Setelah lulus, Liu mengabdikan dirinya menjadi pendidik di sekolah. Karena sangat menonjol, ia selalu mendapatkan posisi yang bagus sepanjang kariernya.

Di usianya yang ke 35 tahun, ia telah menjadi wakil kepala Department of Business Administration di Dalian University, Tiongkok, adalah seorang profesor dan staf menengah termuda di universitas tersebut ketika itu.

Sementara suaminya adalah seorang pegawai negri yang punya kedudukan tinggi. Keberhasilan dari pasangan ini membuat banyak orang yang iri hati.

Pada tahun 1984, Liu Yu melahirkan seorang anak perempuan dan diberi nama Shu-shu. Dia berkata kepada suaminya, anak kita harus lebih meonjol dibanding anak keluarga lain.

Namun, kondisi putrinya membuat ibu Liu tercengang : 1 tahun 7 bulan, saat anak lainnya sudah bisa berlari kesana kemari, Shu-shu bahkan belum bisa berjalan dengan lancar.

Selain itu, perkembangan kemampuan berbicara Shu-shu juga lambat, ketika anak lainnya sudah mulai bisa memanggil “tante”, “nenek” dan sebagainya. Shu-shu bahkan masih sulit mengucapkan kata papa dan mama.

Kondisi putrinya ini tentu saja membuat ibu Liu merasa sangat kecewa.

Hal yang membuat ibu Liu semakin kecewa adalah ketika Shu-shu masuk sekolah dasar. Shu-shu selalu mendapatkan nilai nol setiap kali ujian, bahkan untuk soal yang terhitung mudapun, ia tidak mengerti.

Agar bisa membuat putrinya pintar, ibu Liu kemudian memaksa putrinya minum berbagai suplemen setiap hari. Namun, bukan hanya nilai Shu-shu tidak bertambah baik, Shu-shu justeru tumbuh dewasa lebih cepat, baru SD sudah menstruasi.

Setelah temannya yang menjadi dokter menyarankan, sang ibubaru menghentikan “program menguatkan otak” untuk anaknya.

Tapi hal itu tidak membuat ibu Liu menyerah untuk menciptakan “program unggulan” bagi anaknya. Ia mengatur waktu belajar Shu-shu dengan padat, dan mencari berbagai guru privat yang ahli untuk membimbing Shu-shu.

Hasil bimbingan ternyata tidak mengecewakan, Shu-shu berhasil mendapatkan juara pertama di kelas 5 SD untuk pertama kalinya.

Liu tentu merasa sangat senang dan mulai meminta Shu-shu untuk ikut pertandingan cerdas cermat nasional. Sayangnya sekali lagi Liu dikecewakan oleh hasil anaknya. Ia tidak mengerti dengan pertanyaan yang diajukan, sementara lawannya sudah tahu jawabannya.

Shu-shu belakangan menuliskan dalam buku diarinya, Shu-shu kesal bukan main begitu terbayang dengan hal itu :

“Responku memang lambat, aku selalu jadi yang terakhir dalam setiap kegiatan. Tapi, mama tidak mau mengakui kelemahanku ini, dia selalu merasa dia dan papa adalah orang yang hebat, sehingga mereka berpikir, dengan turunan genetik yang sama, mana mungkin tidak pintar ? Jadi, punya orang tua yang hebat tidal selalu bagus, aku tidak bahagia, mereka juga hidup tersiksa karena diriku”.

Pada musim panas tahun 1997, Shu-shu akhirnya sekolah di SMP. Ibunya menguras habis tabungannya, mencari lagi seorang guru yang hebat untuk les Shu-shu di malam hari.

Shu-shu ditempa untuk menjadi anak yang selalu lebih unggul dari yang lainnya. Ibunya juga puas akan nilai yang dicapai Shu-shu dan berkata, “Kepintaran kamu itu adalah hasil galian yang mama paksakan.”

Pada tahun 2000, Shu-shu masuk SMA ternama, tapi di ujian pertama kali, ia ternyata tidak lulus di banyak mata pelajaran.

Karena masalah tersebut, wali kelas Shu-shu memanggil ibunya untuk bicara, ia curiga Shu-shu sebelumnya sudah mendapat bocoran sehingga bisa diterima di SMA tersebut.

Hal ini membuat ibu marah lalu berkata, “Saya bisa menggugatmu atas fitnahan ini!”

Kemudian Liu membawa hal ini ke kepala sekolah, sehingga wali kelas tersebut akhirnya meminta maaf. Ia juga meminta supaya Shu-shu dipindah ke kelas terbaik di SMA tersebut agar tidak lagi diajar oleh wali kelas tersebut.

Tapi Shu-shu yang memang pada dasarnya tidak bisa mengikuti pelajaran berkata mau keluar sekolah satu minggu kemudian.

Shu-shu yang selalu menurut mamanya berkata pada mamanya : “Saya mau pindah sekolah.”

Ibunya seketika melotot mendengar keinginan putrinya.

Tapi Shu-shu ngotot ingin pindah sekolah .

“Saya sama sekali tidak paham dengan penjelasan guru. Bagi saya, mata pelajaran SMA itu sangat sulit. Saya ingin pindah sekolah kesusteran dan bekerja di rumah jompo,” kata Shu-shu yang hampir membuat mamanya tersedak mendengarnya.

Ibunya marah besar karena hal ini, walaupun suaminya sudah membujuknya untuk menghormati keputusan Shu-shu, tapi reaksi ibu Liu sangat keras dan malah berkata, “Banyak anak yang lebih buruk dari Shu-shu bisa kuliah, atas dasar apa dia tidak bisa? Hei Liang Jun (Suami ibu Lu), kamu dengar baik-baik ya, kecuali besok aku mati, kalo tidak, aku pasti akan memasukkan Shu-shu ke universitas bergengsi!”

Liu mulai turun tangan mengajar anaknya. Tahun 2003, Shu-shu akhirnya masuk fakultas ekonomi sebuah universitas ternama.

Liu menangis begitu menerima lembar penerimaan dari universitas. Sementara Liang Jun, suaminya sangat bersukur atas upaya keras istrinya : “Kalau bukan kamu, Shu-shu pasti tidak ada harapan lagi.”

Di semester pertamanya, Shu-shu adalah mahasiswi satu-satunya yang mata kuliahnya paling banyak gagal. Shu-shu akhirnya harus diam di rumah dan belajar.

Shu-shu menuliskan dalam diarinya, “Mama yang pintar melahirkan anak yang tidak pintar, tapi tidak mau menerima kenyataan. Kasihan. Anak yang tidak pandai memiliki seorang ibu yang pintar, dan anaknya dipaksa harus pintar, menyedihkan”.

Dengan usaha keras akhirnya Shu-shu menamatkan kuliahnya.

Di hari terakhir kuliah dia menyampaikan kesan-pesan kuliahnya, “Lulus, semua orang senang akhirnya terjun ke masyarakat, dan berdikari, tapi yang paling menggembirakanku adalah aku tidak perlu belajar lagi. Lelah rasanya 16 tahun perjalanan di sekolah, dan saking lelahnya sampai-sampai membuatku berulang kali tidak mau hidup lagi.”

Ibunya tidak berhenti sampai disitu, ia berusaha memasukkan anaknya ke sebuah kantor pengacara. Shu-shu memiliki atasan yang sangat ketat.

Di hari pertamanya bekerja, pengacara memberikan Shu-shu pekerjaan yang tidak mampu dilakukannya. Ketika Shu-shu minta tolong pada rekan kerjanya, semua sedang sibuk dan tidak bisa membantunya.

Malamnya Shu-shu dimarahi atasannya. dan Shu-shu hanya bisa menangis. Karena tertekan ia mengatakan pada mamanya tidak mau bekerja lagi. Ibu Liu tentu marah, namun semua itu diterima Shu-shu dengan cara diam.

Semakin lama Shu-shu semakin terpuruk di kantornya dan semakin ingin keluar dari sana.

Karena selalu hidup tertekan sejak kecil hingga lulus kuliah dan terjun ke masyarakat, Shu-shu akhirnya memutuskan mengakhiri hidupnya, ia melompat dari lantai 21 dan tewas seketika.

Beberapa hari kemudian, ibu Liu yang tidak mampu menerima kenyataan itu menemukan sebuah surat dari Shu-shu yang isinya, “Papa, mama, aku selalu berharap bisa menjadi anak seperti yang kalian harapkan. Tapi, bagaimanapun aku bukanlah anak tipe seperti itu. Aku lelah, benar-benar lelah, aku selalu hidup di lingkungan yang bukan milikku, kelebihan orang lain selalu menonjolkan kebodohanku. Aku sangat lelah, dan ingin istirahat, mungkin di surga nanti aku bisa bertemu dengan teman-temanku yang tidak pintar tapi bahagia.”

Huruf demi huruf yang ditorehkan untuk terakhir kalinya oleh Shu-shu putri mereka itu membuat Liu terpukul dan sadar seketika., tapi sudah terlambat.

Ketika diwawancarai, Liu mengatakan sambil menangis : “Saya menceritakan masalah keluarga ini, hanya ingin menyadarkan para orangtua lainnya atas hal yang dialami putri saya. Pepatah Turki mengatakan “Tuhan saja menyiapkan pohon yang pendek bagi burung yang bodoh”. Kalimat ini saya kutip dari buku diari Shu-shu, tapi aku selalu memaksa Shu-shu terbang ke pohon tinggi yang memang bukan untuknya, hingga akhirnya dia jatuh.

Kalau direnungkan, bukankah aku hanya berharap agar anakku bahagia?

Setiap anak adalah unik dan berbeda satu dengan lainnya. Bahkan anak kembar sekalipun, mereka bisa sangat berbeda

Pernyataan bahwa : “Orang tua yang pintar pasti akan selalu melahirkan anak yang pintar” –> ini tidak 100% benar.
Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan seorang anak berbeda dari orangtua-nya.
Kakak beradik dalam suatu keluarga juga bisa memiliki potensi, bakat, sifat dan personality yang sangat berbeda.

Pada dasarnya, setiap manusia pada saat mereka terlahir ke dunia, mereka sudah memiliki blueprint (design diri sejati) masing-masing

Jika kita menjalankan kehidupan sesuai dengan blueprint kita maka hidup akan sangat sempurna.

Namun sayangnya programming dan conditioning sejak kita kecil seringkali membuat kita menjauh dari diri sejati kita.

Pada contoh kasus Shu Shu di atas, dia menjalankan kehidupan berdasarkan programming dan conditioning dari mama-nya, sehingga kehidupan Shu Shu sangat jauh dari design diri sejatinya. Itu sebabnya walaupun Shu Shu bisa melewati setiap tahap dalam kehidupannya, namun selalu ada rasa tidak nyaman saat menjalaninya, dia menjalankan kehidupan orang lain dalam kesehariannya. Sungguh sangat melelahkan

Nasihat tentang Kanker dari Makoto Kondo

14 Agu

Makoto Kondo, ahli kanker terkenal di Jepang, dosen radiologi di Keio University, dengan pengalaman lebih dari 40 tahun praktek kedokteran, berani menyatakan pandangan medis yang tidak berani diungkapkan oleh dokter-dokter lain.

Ia lulusan Fakultas Kedokteran dari Universitas Keio, Jepang, kemudian melanjutkan studi di Amerika Serikat dan meraih gelar doktor.

Prestasinya mendapatkan penghargaan “Kikuchi Kan ke-60” pada tahun 2012 (pemenang adalah tokoh yang berkontribusi besar terhadap budaya Jepang).

Berikut beberapa nasihatnya:
Baca lebih lanjut

Manfaat Pisang yang Menakjubkan

13 Agu

Setelah membaca tulisan ini, Anda tidak akan pernah melihat pisang dengan cara yang sama lagi.

Pisang mengandung tiga gula alami – sukrosa, fruktosa dan glukosa yang dikombinasikan dengan serat. Sebuah pisang memberikan dorongan instan pada pecernaan secara berkelanjutan dan energi substansial.

Penelitian telah membuktikan bahwa dengan hanya dua buah pisang akan memberikan energi yang cukup untuk sebuah latihan berat selama 90 menit.

Tidak heran mengapa pisang adalah buah nomor satu bagi kebanyakan  atlet terkemuka di dunia. Supply energi bukan satu-satunya yg didapat dari pisang tetapi pisang dapat membantu kita agar tetap fit.

Hal ini juga dapat membantu mengatasi atau mencegah dan mengatasi sejumlah besar penyakit dan kondisi badan yang kurang fit sehingga pisang merupakan suatu keharusan untuk melengkapi diet harian.

Depresi: Menurut survei yang dilakukan oleh MIND diantara pasien penderita depresi, banyak orang merasa lebih baik setelah makan pisang. Hal ini terjadi karena pisang mengandung tryptophan, sejenis protein yang akan diubah oleh tubuh menjadi serotonin, yang akan membuat anda menjadi relax, memperbaiki suasana hati (mood) dan secara umum akan membuat seseorang merasa lebih nyaman .

Bagi Penderita Diabetes : Makanlah pisang setiap hari. Karena Vitamin B 6 terkandung dalam pisang akan mengontrol tingkat glukosa darah anda dan akan mempengaruhi suasana hati Anda.

Bagi Penderita Anemia: Pisang mengandung Zat Besi Tinggi , pisang juga dapat merangsang produksi hemoglobin dalam darah dan membantu banyak membantu dalam berbagai kasus anemia ( kurang darah ).

Bagi Penderita Tekanan Darah Tinggi : Buah tropis yg unik ini sangat tinggi kalium namun rendah garam, sehingga sempurna untuk mengalahkan tekanan darah. Begitu banyak gunanya sehingga US Food and Drug Administration ( Departemen pengawasan Obat dan Makanan Amerika ) baru saja mengizinkan perkebunan pisang untuk melakukan klaim resmi mengenai kemampuan buah ini untuk menurunkan resiko tekanan darah dan stroke.

Menambah Kemampuan Otak: 200 siswa di sekolah Twickenham (Middlesex) sangat terbantu dalam ujian mereka tahun ini karena memakan pisang pada saat sarapan, saat istirahat dan saat makan siang, dalam upaya untuk meningkatkan kekuatan otak mereka.

Penelitian telah membuktikan bahwa buah dengan kandungan kalium tinggi dapat membantu siswa dalam belajar dan juga membantu siswa menjadi semakin peka dalam berpikir.

Sembelit: Pisang mengandung Zat Fiber dalam kadar yg tinggi, pisang dapat juga membantu menormalkan kembali kerja pencernaan anda, pisang akan membantu mengatasi permasalahan pencernaan ini tanpa anda harus kembali ke obat2 pencahar lagi , yang jelas BAB anda akan jadi semakin lancar .

Obat mabuk: Salah satu cara paling cepat untuk menyembuhkan mabuk ( Darat , Laut dan Udara ) adalah dengan meminum milkshake pisang ditambah dengan madu sebagai pemanis . Milkshake Pisang akan berefek menenangkan perut anda dan dengan bantuan madu akan mengontrol  kadar gula darah anda utk menjadi normal kembali, sementara susu akan menenangkan perut anda dan menata ulang sistem pencernanaan anda.

Mulas & Sakit Perut : Pisang memiliki efek antasid pada tubuh, jadi jika Anda menderita mulas dan perut terasa melilit maka cobalah makan pisang untuk mengurangi sakitnya.

Mual di Pagi Hari ( Morning Sickness ): Ngemil pisang antara waktu makan membantu menjaga kadar gula darah dan menghindari mual di pagi hari.

Gigitan nyamuk: Sebelum anda meraih krim/cairan anti gigitan nyamuk, cobalah dulu menggosok daerah yang terkena gigitan nyamuk dengan bagian dalam kulit pisang. Banyak orang yg sudah merasakan hebatnya Kulit Pisang ini karena akan mengurangi pembengkakan dan iritasi pada kulit .

Saraf: Pisang mengandung vitamin B dalam kadar tinggi yang sangat membantu dalam menenangkan sistem saraf.
 
Bagi Penderita Obesitas yg bekerja: Studi pada Institut Psikologi di Austria menemukan bahwa tekanan pada saat kerja menyebabkan orang sering meraih makanan dan camilan seperti , snack, coklat dan keripik. Setelah meneliti 5.000 pasien di rumah sakit, para peneliti menemukan bahwa kebanyakan orang yg menderita kegemukan lebih sering berada  dalam tekanan kerja yang tinggi.

Banyak Laporan yg menyimpulkan bahwa untuk menghindari panik akibat tekanan kerja yg berlebihan dan nafsu yg tinggi utk memakan makanan apapun, kita perlu mengendalikan kadar gula darah kita dengan mengemil makanan tinggi karbohidrat setiap dua jam untuk menjaga agar kadar gula darah menjadi stabil.

Luka Lambung : Pisang bisa digunakan sebagai bahan makanan utama untuk diet bagi penderita luka Lambung, pisang akan mencegah gangguan pencernaan hal ini disebabkan texturnya yang sangat lembut dan halus.

Pisang adalah adalah satu-satunya buah mentah yang dapat dimakan tanpa menyebabkan stress dalam beberapa kasus penyakit yang parah. Dan pisang juga akan menetralisir kelebihan zat asam dan mengurangi iritasi dengan melapisi permukaan dalam lambung.
 
Kontrol suhu: Banyak budaya lain melihat pisang sebagai buah “pendingin” yang dapat menurunkan suhu baik fisik dan emosional, para ibu hamil Di Thailand misalnya, mereka akan makan pisang sebelum melahirkan dengan keyakinan bahwa si bayi akan lahir dengan suhu dingin.

Bagi para Perokok : Buah pisang dapat membantu orang yang mencoba untuk berhenti merokok. Vitamin B 6, B 12 yang dikandungnya, serta kalium dan magnesium akan sangat membantu tubuh anda utk cepat sembuh dari efek penghentian nikotin.

Stress : Kandungan Kalium dlm pisang adalah mineral yg penting, yang akan membantu menormalkan detak jantung, mengirim lebih banyak oksigen ke otak dan mengatur keseimbangan cairan tubuh. Ketika kita stress, metabolisme kita akan meningkat, sehingga mengurangi kadar Kalium . Ini dapat dinetralkan (rebalanced) dengan bantuan snack pisang yg tinggi kalium.

Stroke: Menurut penelitian di The New England Journal of Medicine, makan pisang sebagai bagian dari diet teratur dapat menurunkan resiko kematian karena stroke sebanyak 40%.

Kutil : Mereka yang suka pada pengobatan alami sudah banyak yg tahu bahwa pisang bisa Menghilangkan / Mengecilkan Kutil, jika anda ingin menghilangkan kutil, maka ambilah sepotong pisang , dan letakkan di kutil anda, dengan bagian kuning / kulit ada di luar . Tetap pertahankan pisang itu dengan plester sampai beberapa waktu, gantilah setiap pagi dan sore hari, setelah beberapa hari lalu lihatlah!

Jadi ingatlah, Pisang adalah obat alami untuk berbagai penyakit. Jika anda membandingkannya dengan apel misalnya , maka Pisang mengandung ; Protein empat kali lipat, Karbohidrat dua kali lipat , Zat Fosfor tiga kali lipat, Vitamin A dan zat besi lima kali lipat, dan ada pula dua kali lipat kandungan vitamin dan mineral lainnya. Pisang juga kaya kalium dan merupakan salah satu makanan dengan nilai terbaik,

Jadi mungkin sekaranglah saatnya untuk mengubah pandangan kita terhadap Pisang dan makanlah Pisang setiap hari maka anda akan berkata, “Sebuah pisang sehari membuat dokter pergi!”

Saya akan menambahkan satu manfaat lagi di sini;

Apakah anda ingin sepatu anda bersinar dan mengkilap dalam waktu singkat? Ambil DALAM kulit pisang, lalu oleskan langsung pada kulit sepatu … lalu poleslah dengan kain kering seperti orang menyemir sepatu …… lihatlah hasilnya.

Sungguh Buah yang Menakjubkan!

Warning : Jangan pernah menaruh Pisang anda di Kulkas karena struktur buah pisang akan berubah bila sudah dibekukan dan itu akan menghilangkan banyak sekali manfaat buah Pisang.

Semoga bisa mendatangkan manfaat bagi anda semua.
Selamat menikmati buah pisang.

13 Permintaan Anak

5 Agu

Ada 13 permintaan anak yang mungkin tidak pernah mereka ucapkan.

1. Cintailah aku sepenuh hatimu.

2. Jangan marahi aku di depan orang banyak.

3. Jangan bandingkan aku dengan Kakak atau adikku atau orang lain.

4. Ayah Bunda jangan lupa, aku adalah fotocopy-mu.

5. Kian hari umurku kian bertambah, maka jangan selalu anggap aku anak kecil.

6.  Biarkan aku mencoba, lalu beritahu aku bila salah.

7. Jangan ungkit-ungkit kesalahanku.

8. Aku adalah Ladang Pahala bagimu.

9. Jangan memarahiku dengan mengatakan hal-hal buruk, bukankah apa yang keluar dari mulutmu sebagai orang tua adalah doa bagiku?

10. Jangan melarangku hanya dengan mengatakan “JANGAN” tapi berilah penjelasan kenapa aku tidak boleh melakukan sesuatu.😇

11. Tolong ayah ibu, jangan rusak mentalku dan pemikiranku dengan selalu kau bentak-bentak aku setiap hari.

12. Jangan ikutkan aku dalam masalahmu yang tidak ada kaitannya denganmu. Kau marah sama yang lain, aku imbasnya.

13. Aku ingin kau sayangi cintai karena engkaulah yang ada di kehidupanku dan masa depanku.

Semoga bermanfaat.

Siapa yang Durhaka Sesungguhnya?

4 Agu

Seorang anak, menelepon ayahnya yang tinggal pisah rumah dengannya dan ibunya.

Pagi itu, ibunya sakit dan tidak bisa mengantar anaknya ke sekolah seperti biasanya.

Jarak sekolahnya 1 km dari rumahnya, dan si anak bertubuh lemah.

Pagi itu jam 6:00 si anak menelepon ayahnya:

Anak: “Ayah, antarkan aku ke sekolah.”

Ayah: “lbumu ke mana?”

Anak: “lbu sakit ayah, tidak bisa mengantarkan aku ke sekolah, Kali ini ayahlah antarkan aku ke sekolah.”

Ayah: “Ayah tidak bisa, ayah nanti terlambat ke kantor. Kamu naik angkot saja atau ojek.”

Anak: “Ayah, uang ibu hanya tinggal 10 ribu. Lbu sakit, kami pun belum makan pagi, tak ada apa apa di rumah, kalau aku pakai untuk ongkos, kasihan ibu sakit belum makan, juga adik-adik nanti makan apa ayah?”

Ayah: “Ya sudah, kamu jalan kaki saja ke sekolah, ayah juga dulu ke sekolah jalan kaki. Kamu anak laki laki harus kuat.”

Anak: “Ya sudah, terima kasih ayah.”

Si anak mengakhiri teleponnya dengan ayahnya. Dihapusnya air mata di sudut matanya, lalu berbalik masuk kamar, ketika ibunya menatap wajahnya, dia tersenyum.

Ibu: “Apa kata ayahmu nak?”

Anak: “Kata ayah, iya ibu, ayah kali ini yang antar aku ke sekolah.”

Ibu: “Baguslah nak, sekolahmu jauh, kamu akan kelelahan kalau harus berjalan kaki. Doakan ibu lekas sembuh ya, biar besok ibu bisa antar kau ke sekolah.”

Anak: “lya bu, ibu tenang saja, ayah yang antar, ayah bilang aku tunggu di depan gang supaya cepat ibu.”

Ibu: “Berangkatlah nak, belajar yang rajin, yang semangat.”

Anak: “lya ibu.”

Tahun berganti tahun, kenangan itu tertanam dalam ingatan si anak.

Dia sekolah sampai pasca sarjana dengan biaya beasiswa. Setelah lulus dia bekerja di perusahaan asing dengan gaji yang besar.
Dengan penghasilannya, dia membiayai hidup ibunya, membantu menyekolahkan adik adiknya sampai sarjana.

Satu hari, saat di kantor, ayahnya menelepon.

Anak: “Ada apa ayah?”

Ayah: “Mak, ayah sakit, tidak ada yang membantu mengantarkan ayah ke rumah sakit.”

Anak: “Memang istri ayah ke mana?”

Ayah: “Sudah pergi nak, sejak ayah sakit-sakitan.”

Anak: “Ayah, aku sedang kerja, ayah ke rumah sakit pakai taxi saja.”

Ayah: “Kenapa kamu begitu? Siapa yang akan urus pendaftaran di RS dan lain-lain? Apakah supir taxi? Kamu anak ayah, masakan orangtua sakit kamu tidak mau bantu mengurus?”

Anak: “Ayah, bukankah ayah yang mengajarkan aku, mengurus diri sendiri? Bukankah ayah yang mengajarkan aku bahwa pekerjaan lebih penting daripada istri sakit dan anak?”

“Ayah, aku masih ingat, satu pagi aku menelepon ayah minta antarkan ke sekolahku, waktu itu ibu sakit, ibu yang selalu antarkan kami anak-anaknya, yang mengurus kami seorang diri, namun ayah katakan aku pergi jalan kaki, tubuhku lemah, sekolahku jauh, namun ayah katakan anak laki laki harus kuat, dan ayah katakan ayah pun dulu berjalan kaki ke sekolah, maka aku belajar bahwa karena ayah lakukan demikian maka aku pun harus lakukan hal yang sama. Saat aku sakit pun hanya ibu yang ada mengurusku, saat aku membutuhkan ayah, aku ingat kata kata ayah, anak laki-laki harus kuat.”

“Ayah tahu? Hari itu pertama kali aku berbohong kepada ibu. Aku katakan ayah yang akan antarkan aku ke sekolah, dan meminta aku menunggu di depan gang.
Tapi ayah tahu? Aku jalan kaki seperti yang ayah suruh, di tengah jalan ibu menyusul dengan sepeda. Ibu bisa tahu aku berbohong, dengan tubuh sakitnya ibu mengayuh sepeda mengantarkan aku ke sekolah.”

“Ayah mengajarkan aku pekerjaan adalah yang utama. Ayah mengajarkan aku kalau ayah saja bisa maka walau tubuhku lemah aku harus bisa. Kalau ayah bisa ajarkan itu, maka ayah pun harus bisa.”

Si ayah terdiam. Sepi telepon di seberang sana. Baru disadarinya betapa dalam luka yang di torehkannya di hati anaknya.

Anak adalah didikan orangtua
Bagaimana kita bersikap, memperlakukan mereka kita sama saja sedang mengajarkan mereka bagaimana memperlakukan kita kelak ketika kita tua dan renta.

Si anak Dosa?
Mungkin….
Si anak durhaka?
Barangkali….

Yang jelas ayahnya yang membuat anaknya demikian.
Dan kelak orangtua membuat pertangung jawabannya masing-masing kepada sang Khaliq, Si Empunya Anugerah yang dititipkan kepada masing-masing.

Menjadi orangtua bukan karena menanamkan benih atau karena melahirkan.

Menjadi orangtua, karena mengasuh, mendidik, menyayangi, menberi waktu, perhatian, mengayomi, mencurahkan perhatian dan kasih sayang.

Dapatkah hal itu disadari oleh para orang tua? Semoga…

Menjadi orangtua, tidak ada kata pensiun. Finishnya hanya di kematian.